Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengumumkan kebijakan baru yang membebaskan retribusi pasar pada hari Sabtu hingga Ahad bagi lebih dari 6.500 pedagang yang beroperasi di berbagai pasar tradisional di wilayah tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya operasional pedagang, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi pada akhir pekan.
Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan survei dan konsultasi dengan asosiasi pedagang pasar, yang menyatakan bahwa biaya retribusi menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan omzet, terutama pada hari non‑kerja. Dengan menghapus biaya tersebut selama dua hari dalam seminggu, pemerintah berharap pedagang dapat menurunkan harga jual, menarik lebih banyak pembeli, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan mereka.
Berikut beberapa poin penting terkait kebijakan ini:
- Target penerima manfaat: sekitar 6.500 pedagang yang tersebar di lebih dari 30 pasar tradisional.
- Periode penerapan: berlaku setiap Sabtu dan Ahad, tanpa batas waktu tertentu.
- Tujuan utama: meringankan beban biaya, meningkatkan daya beli konsumen, dan memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat ekonomi lokal.
- Pengawasan: petugas pasar tetap melakukan pengecekan administratif, namun tidak akan memungut retribusi selama hari libur.
Secara kuantitatif, kebijakan ini dapat diilustrasikan dalam tabel berikut:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jumlah pedagang yang dibebaskan | 6.500 orang |
| Hari bebas retribusi | Sabtu – Ahad |
| Pasar yang terlibat | 30+ pasar |
| Estimasi penurunan biaya per pedagang | Rp30.000 – Rp50.000 per hari |
Pemkab Banyuwangi menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi mikro dan mendukung keberlangsungan usaha pedagang kecil. Selain itu, pemerintah daerah juga berencana meluncurkan program pelatihan manajemen usaha bagi pedagang pasar guna meningkatkan kualitas layanan dan produk.
Dengan harapan bahwa kebijakan pembebasan retribusi akhir pekan ini akan menjadi model bagi daerah lain, pihak berwenang akan terus memantau dampaknya melalui survei kepuasan pedagang dan analisis data penjualan pasar selama beberapa bulan ke depan.




