Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan adanya upaya intensif dari pihak Israel untuk menggagalkan kesepakatan yang tengah dibahas antara Tehran dan Washington. Menurutnya, Israel menilai kesepakatan tersebut dapat mengurangi pengaruhnya di kawasan Timur Tengah serta menghambat program nuklir Iran yang menjadi fokus utama kebijakan luar negeri Israel.
Araghchi menyatakan bahwa Israel tidak hanya menentang secara diplomatik, tetapi juga berusaha mempengaruhi keputusan Amerika Serikat melalui sejumlah jalur, antara lain:
- Pelobi intensif di Capitol Hill untuk menekankan risiko keamanan yang ditimbulkan Iran.
- Penggunaan media internasional untuk menyoroti dugaan niat agresif Iran.
- Kerjasama dengan negara sekutu di Eropa guna menunda atau menolak langkah-langkah verifikasi teknis yang menjadi bagian dari perjanjian.
Iran menegaskan kembali komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan nuklir melalui dialog damai dan menolak segala bentuk intervensi eksternal yang dapat merusak proses negosiasi. Sementara itu, Washington tetap berupaya mencari solusi yang dapat menyeimbangkan kepentingan keamanan regional dengan kepentingan non-proliferasi.
Ketegangan ini menambah kompleksitas dinamika politik di Timur Tengah, di mana Iran dan Israel terus bersaing dalam arena diplomatik serta militer. Pengungkapan Iran ini menjadi sinyal bahwa kedua pihak masih berada pada jalur konfrontasi, meski ada upaya mediasi dari pihak ketiga.




