Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Jakarta – Pertamina menegaskan bahwa pasokan bahan bakar jenis Pertalite tetap stabil dan distribusi BBM subsidi berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi internal yang melibatkan unit-unit operasional, logistik, dan pemasaran perusahaan.
Beberapa faktor utama yang mendukung keamanan stok antara lain peningkatan kapasitas penyimpanan di terminal, optimalisasi rantai pasokan, serta pemantauan real‑time menggunakan sistem digital terintegrasi. Dengan pendekatan tersebut, Pertamina dapat mengantisipasi potensi gangguan seperti cuaca ekstrem atau kendala transportasi.
Berikut langkah‑langkah konkret yang diambil Pertamina untuk menjaga ketersediaan Pertalite dan BBM subsidi:
- Peningkatan volume penyimpanan di terminal utama sebesar 15 % dibandingkan tahun sebelumnya.
- Penggunaan armada truk tanker berteknologi GPS untuk memantau pergerakan bahan bakar secara langsung.
- Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna mempercepat distribusi ke SPBU di wilayah terpencil.
- Implementasi sistem peringatan dini yang mengidentifikasi penurunan stok lebih dari 10 % dalam 24 jam.
- Pengadaan cadangan bahan bakar strategis yang dapat mencukupi kebutuhan minimal tiga bulan.
Hasil pemantauan bulanan menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan Pertalite di seluruh provinsi berada di atas 95 %, sementara BBM subsidi mengalami penurunan tingkat kekosongan di SPBU sebesar 7 % dibandingkan kuartal pertama tahun ini.
Direktur Operasi Pertamina, Nama Direktur, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan berkompromi pada keamanan pasokan energi bagi masyarakat. “Kami terus berinovasi dan meningkatkan infrastruktur logistik untuk memastikan setiap kilometer jalan raya di Indonesia dapat mengakses bahan bakar dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi juga melibatkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPHD) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kedua lembaga tersebut memberikan persetujuan atas prosedur operasional yang dijalankan Pertamina, termasuk audit periodik terhadap stok dan alur distribusi.
Dengan langkah‑langkah proaktif tersebut, Pertamina berharap dapat menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan bakar, khususnya bagi sektor transportasi dan rumah tangga yang sangat bergantung pada BBM subsidi.




