Harga Pertamax Green 95 Naik Jadi Rp 17.000 per Liter, Celios Soroti Program Ketahanan Energi Bioetanol
Harga Pertamax Green 95 Naik Jadi Rp 17.000 per Liter, Celios Soroti Program Ketahanan Energi Bioetanol

Harga Pertamax Green 95 Naik Jadi Rp 17.000 per Liter, Celios Soroti Program Ketahanan Energi Bioetanol

Frankenstein45.Com – 13 Juni 2026 | Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar jenis Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter, efektif mulai 26 Juni 2023. Kenaikan ini merupakan penyesuaian pertama sejak peluncuran varian hijau tersebut pada awal tahun 2023.

Kenaikan harga diperkirakan akan memengaruhi konsumen kendaraan bermotor pribadi dan niaga ringan, sekaligus menambah beban biaya operasional bagi sektor logistik. Namun, Pertamina menegaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan penyesuaian biaya produksi, distribusi, serta upaya mempertahankan kualitas bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Fokus pada Bioetanol dan Ketahanan Energi

Dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional, Celios Energy menyoroti pentingnya pengembangan bioetanol sebagai alternatif bahan bakar. Menurut pernyataan resmi Celios, bioetanol dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi dan mendukung agenda dekarbonisasi.

  • Bioetanol diproduksi dari bahan baku pertanian lokal, sehingga memberi nilai tambah pada sektor agrikultur.
  • Penggunaan bioetanol dapat menurunkan emisi CO₂ hingga 30% dibandingkan bensin konvensional.
  • Program ketahanan energi bioetanol didukung oleh insentif fiskal dan kebijakan subsidi pemerintah.

Celios menekankan bahwa pengembangan bioetanol harus bersinergi dengan program Food Estate yang sedang digalakkan pemerintah. Meskipun Food Estate berpotensi meningkatkan produksi pangan, biaya implementasinya cukup besar dan harus dikelola secara efisien agar tidak menambah beban keuangan negara.

Dengan mengintegrasikan bioetanol ke dalam bauran energi, diharapkan Indonesia dapat menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi volatilitas harga BBM internasional.