Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun Drastis 16% dalam Dua Minggu
Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun Drastis 16% dalam Dua Minggu

Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun Drastis 16% dalam Dua Minggu

Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Dalam rentang dua minggu terakhir, Iran secara tiba‑tiba membuka kembali Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi sarana utama bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Keputusan ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Tehran dan Amerika Serikat, serta menjelang berakhirnya gencatan senjata yang telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran pada pertengahan April 2026.

Latar Belakang Penutupan dan Pembukaan Berulang

Pada tanggal 17 April 2026, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan melalui platform X bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali secara penuh. Pengumuman itu disambut antusias oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan bahwa langkah tersebut menandakan adanya kemajuan diplomatik. Namun, hanya dalam hitungan jam, IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) menutup kembali selat tersebut dengan alasan blokade AS yang masih berlangsung terhadap pelabuhan‑pelabuhan Iran.

Selama 24 jam berikutnya, Iran melakukan siklus membuka‑tutup yang berulang. Pada pukul 09.00 waktu setempat, jalur pelayaran dibuka untuk kapal komersial, namun pada pukul 18.30, IRGC mengeluarkan perintah penutupan kembali, menyatakan bahwa setiap kapal yang melanggar akan dianggap sebagai kolaborasi dengan musuh.

Reaksi Internasional

Reaksi dari berbagai negara dan organisasi internasional beragam. Amerika Serikat menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tidak akan berakhir sampai “transaksi” yang dimaksud selesai. Sementara itu, media Iran seperti Tasnim mengkritik pernyataan Araghchi yang dianggap menimbulkan ambiguitas tentang detail mekanisme pelayaran.

  • Amerika Serikat: Menjaga blokade hingga kesepakatan diselesaikan.
  • Iran: Membuka selat secara bersyarat, hanya untuk kapal komersial yang telah terdaftar.
  • India: Kapal tanker berbendera India yang mencoba melintasi selat mendapat peringatan keras dari IRGC.

Dampak pada Harga Minyak Dunia

Pasar energi merespon dengan cepat. Pada saat pengumuman pembukaan, harga minyak mentah Brent turun sekitar 10 persen dalam hitungan jam. Namun, ketika Iran menutup kembali Selat Hormuz, kekhawatiran akan gangguan pasokan kembali memicu penurunan tajam lebih lanjut, hingga mencapai 16 persen dalam satu hari. Penurunan ini tercatat sebagai salah satu penurunan terbesar dalam sejarah harga minyak sejak krisis energi 2008.

Penurunan harga tersebut berdampak pada ekspektasi inflasi global, nilai tukar mata uang negara‑negara pengimpor minyak, serta strategi investasi energi. Beberapa analis memperkirakan bahwa jika Selat Hormuz tetap dalam status terbuka secara terbatas, volatilitas harga dapat berkurang, namun ketidakpastian politik masih menjadi faktor utama.

Prospek Kedepan dan Kemungkinan Perpanjangan Gencatan Senjata

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada 21 April 2026, tiga hari setelah siklus membuka‑tutup selat. Trump menyatakan ketidakpastian apakah gencatan akan diperpanjang, bahkan menyinggung kemungkinan kembali ke blokade militer bila negosiasi gagal. Di sisi lain, pejabat tinggi Iran, termasuk Jenderal Mohammed Naqdi, menegaskan kesiapan militer Iran untuk meluncurkan rudal produksi Mei 2026 bila konflik kembali pecah.

Negosiasi melalui mediator Pakistan masih berlangsung, namun belum ada kesepakatan akhir. Iran menuntut penghapusan total blokade, sementara Amerika Serikat menuntut jaminan tidak adanya program pengayaan uranium yang melanggar perjanjian.

Dengan 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, stabilitas jalur ini menjadi kunci bagi keamanan energi global. Baik pihak Barat maupun Timur tengah menilai apakah kebijakan membuka kembali secara parsial dapat menjadi titik tolak untuk mengurangi ketegangan, atau justru menimbulkan tekanan tambahan pada diplomasi yang sudah rapuh.

Sejauh ini, pasar tampak menunggu keputusan akhir dari kedua belah pihak. Jika Iran memutuskan untuk menutup selat secara permanen hingga blokade diangkat, kemungkinan harga minyak kembali naik tajam. Sebaliknya, pembukaan penuh dengan jaminan keamanan dari kedua pihak dapat menstabilkan pasar dan mengurangi volatilitas yang telah melanda selama minggu‑minggu terakhir.