Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, Jalan Raya masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo menjadi saksi tragedi mengerikan. Sebuah truk trailer bermuatan triplek yang diduga mengalami rem blong menabrak rangkaian enam kendaraan, menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya.
Rangkaian Kecelakaan
Truk trailer Nissan berplat B 9625 UEJ dikemudikan oleh Cecep Adi Sucipto (46) asal Mojokerto. Kendaraan besar itu melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo ketika sistem pengereman tiba‑tiba gagal. Pada saat mendekati perlintasan kereta api yang palangnya tertutup, truk menabrak sedan Toyota Vios Limo berplat AG 1644 EG yang dikendarai oleh Sutrisno (60) asal Kabupaten Blitar, bersama tiga penumpangnya.
Setelah menghantam sedan, truk terus meluncur menabrak pikap Daihatsu Granmax P 8361 GL yang dikemudi Muhammad Iswanto (33) warga Jember, selanjutnya menabrak pickup N 8387 YH milik Agus Heri Wibowo (50). Truk tak berhenti di situ; ia juga menabrak Toyota Hi‑Ace P 7022 QB yang dikemudi Abd. Ghopar Jaelani (44) dan akhirnya menabrak truck tractor head Hino T‑9698‑TA milik Joko Trimono (41). Total enam kendaraan terlibat dalam satu rangkaian kecelakaan beruntun.
Korban Jiwa dan Luka
Empat orang tewas di lokasi: Sutrisno, istri Sri Budiyatni (berjualan daging di pasar), serta dua anak mereka yang berada di dalam mobil. Seluruh anggota keluarga tersebut merupakan satu unit keluarga asal Blitar. Korban lain yang selamat mengalami luka berat dan dilarikan ke RSU PG Wonolangan, Kecamatan Dringu, Probolinggo untuk perawatan intensif.
Selain itu, pengemudi truk, Cecep Adi Sucipto, serta beberapa pengemudi kendaraan lain yang selamat mengalami cedera ringan hingga sedang. Semua korban dirawat di rumah sakit setempat atau dikebumikan di kamar jenazah RSUD Dokter Mohamad Saleh, Probolinggo.
Respons Kepolisian dan Penyelidikan
Satlantas Polres Probolinggo, Iptu Aditya Wikrama, menyatakan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah rem blong pada truk trailer. Tim penyidik masih memeriksa kondisi rem, beban muatan, serta faktor kelelahan pengemudi. “Kami telah mengevakuasi seluruh kendaraan yang terlibat, namun proses evakuasi memakan waktu lebih dari lima jam karena kepadatan lalu lintas dan kondisi kendaraan yang rusak parah,” ujar Aditya.
Polisi menutup jalur selatan Probolinggo selama proses evakuasi, menyebabkan kemacetan total. Pihak berwenang juga menyiapkan titik pemeriksaan tambahan di sepanjang rute utama untuk mencegah kejadian serupa.
Latar Belakang Keluarga Korban
Keluarga yang tewas merupakan pemilik biro jasa travel serta penjual daging. Sutrisno dikenal sebagai sosok yang membantu pengusaha transportasi lokal, sementara istrinya, Sri Budiyatni, berjualan daging segar di pasar tradisional. Anak‑anaknya masih berusia antara 23 hingga 28 tahun, dan salah satunya, anak bungsu berusia 23 tahun, masih tinggal di rumah keluarga di Desa Jeblog, Kabupaten Blitar. Ia kini menjadi satu‑satunya anggota keluarga yang masih hidup.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kecelakaan ini menimbulkan duka mendalam di kalangan warga Probolinggo dan Blitar. Warga sekitar segera menyiapkan liang lahat untuk pemakaman keluarga korban. Di sisi lain, sektor transportasi lokal mengalami penurunan aktivitas karena rasa khawatir akan keamanan jalan raya, terutama pada malam hari.
Petugas transportasi daerah berjanji akan meningkatkan inspeksi rutin pada kendaraan berat, termasuk truk trailer, serta melakukan sosialisasi pentingnya perawatan rem secara berkala.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya rem blong pada kendaraan berukuran besar, terutama pada rute yang melintasi perlintasan kereta api atau zona berisiko tinggi. Diharapkan investigasi lanjutan dapat memberikan rekomendasi teknis yang jelas untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.
Dengan menutup rangkaian laporan, pihak berwenang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum menempuh perjalanan panjang, terutama pada malam hari, demi keselamatan bersama.




