Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Militer Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut pada Ahad, 14 Juni 2026, mengindikasikan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon.
Serangan tersebut melibatkan beberapa pesawat tempur yang menurunkan bom ke wilayah pemukiman dan infrastruktur strategis, menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan sipil serta menewaskan beberapa warga sipil dan melukai banyak lainnya.
Berikut rangkaian peristiwa penting yang terjadi:
- Waktu serangan: sekitar pukul 09.30 waktu setempat.
- Target utama: area pemukiman di selatan Beirut, termasuk jalan utama dan fasilitas kesehatan.
- Korban jiwa: diperkirakan 12 orang tewas dan lebih dari 30 orang luka-luka.
- Kerusakan: beberapa rumah hancur, fasilitas listrik terganggu, dan layanan kesehatan terpaksa dibatasi.
Pihak militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghentikan aktivitas militer kelompok bersenjata di Lebanon yang dianggap melanggar gencatan senjata dengan melancarkan roket ke wilayah Israel.
Sementara itu, pemerintah Lebanon mengecam tindakan Israel sebagai pelanggaran berat terhadap perjanjian gencatan senjata dan menyerukan bantuan internasional serta intervensi PBB untuk menekan pihak Israel menghentikan aksi militer lebih lanjut.
Reaksi internasional beragam. Beberapa negara mengutuk serangan tersebut dan menyerukan dialog, sedangkan pihak lain menekankan pentingnya menegakkan keamanan regional melalui mekanisme diplomatik.
Insiden ini meningkatkan ketegangan di kawasan Levant dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang dapat meluas ke wilayah lain. Pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai langkah selanjutnya.




