Frankenstein45.Com – 23 Juni 2026 | Pemerintah kembali menegaskan keputusan untuk mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita pada level Rp15.700 per liter. Pernyataan ini disampaikan oleh pihak Istana yang menjelaskan dasar pertimbangan kebijakan tersebut.
Berbagai faktor menjadi pertimbangan utama, antara lain:
- Fluktuasi harga minyak mentah di pasar internasional yang masih tinggi.
- Nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan terhadap dolar AS.
- Biaya produksi, distribusi, serta pajak yang dibebankan pada sektor bahan bakar.
Dengan menjaga HET pada tingkat tersebut, pemerintah berupaya menstabilkan daya beli konsumen, khususnya kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang sangat bergantung pada transportasi berbahan bakar minyak.
Pihak Istana menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan program subsidi energi yang masih berjalan, serta upaya menghindari lonjakan harga yang dapat menimbulkan beban sosial.
Pengamat ekonomi mengingatkan pentingnya diversifikasi sumber energi dan peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.




