Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) yang akan digelar pada April 2026 menjadi persiapan utama menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan pada Juli‑Agustus 2026. Dalam rangkaian acara tersebut, pimpinan dan tokoh NU menegaskan kembali pentingnya prinsip “Asal Bukan Koruptor” sebagai landasan moral bagi kader organisasi.
Prinsip tersebut pertama kali diangkat pada Muktamar ke‑33 sebagai respons terhadap maraknya kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat publik. Sejak saat itu, nilai integritas telah dijadikan ukuran kelayakan bagi calon anggota Majelis Syuro, Dewan Pertimbangan, dan pejabat struktural NU.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam Musyawarah Nasional meliputi:
- Penetapan mekanisme verifikasi latar belakang calon anggota yang melibatkan audit independen.
- Penerapan sanksi tegas bagi anggota yang terbukti terlibat korupsi, termasuk pencabutan hak suara dalam rapat-rapat internal.
- Pembentukan unit pengawasan internal yang berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan transparansi dalam penggunaan dana organisasi.
Para ulama dan aktivis NU menilai bahwa penerapan prinsip “Asal Bukan Koruptor” tidak hanya relevan bagi internal organisasi, melainkan juga menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menghadapi pemilihan umum 2024 yang akan datang. Mereka berharap agar nilai ini dapat menular ke partai politik yang memiliki basis massa NU.
Selain itu, agenda Konferensi Besar pada April 2026 dijadwalkan membahas strategi pemberdayaan ekonomi umat dengan mengedepankan akuntabilitas dan pengelolaan dana zakat yang bersih dari praktik korupsi. Rencana tersebut mencakup:
- Peningkatan sistem digitalisasi data mustahik dan mustafi.
- Pelatihan manajerial bagi pengurus lembaga amil zakat.
- Audit periodik oleh lembaga audit independen.
Dengan landasan “Asal Bukan Koruptor”, Muktamar ke‑35 diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis yang mengokohkan posisi NU sebagai kekuatan moral dalam dinamika politik dan sosial Indonesia.




