Jumat, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia
Jumat, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Jumat, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Pada Jumat pagi, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencatat nilai yang masuk dalam kategori tidak sehat, menempatkan ibu kota Indonesia sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada hari tersebut.

Data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan nilai PM2.5 mencapai sekitar 180 µg/m³, jauh di atas ambang batas aman yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Angka tersebut menempatkan Jakarta pada peringkat pertama dibandingkan kota‑kota besar lain di dunia yang dipantau pada periode yang sama.

Berbagai faktor berkontribusi terhadap peningkatan polusi udara ini, antara lain:

  • Kepadatan lalu lintas yang tinggi, terutama kendaraan bermotor diesel.
  • Emisi dari kegiatan industri dan pembangkit listrik di sekitar wilayah metropolitan.
  • Penggunaan bahan bakar fosil untuk pembakaran sampah terbuka.
  • Kondisi meteorologi yang tidak mendukung, seperti kecepatan angin yang rendah dan tingkat kelembapan tinggi.

Berikut adalah klasifikasi AQI yang umum dipakai dan implikasinya terhadap kesehatan:

Rentang AQI Kategori Dampak Kesehatan
0‑50 Baik Risiko kesehatan minimal.
51‑100 Sedang Orang sensitif dapat mengalami gejala ringan.
101‑150 Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif Gejala pada orang dengan kondisi pernapasan atau jantung.
151‑200 Tidak Sehat Gejala pada sebagian besar populasi, termasuk iritasi mata dan napas.
201‑300 Sangat Tidak Sehat Risiko kesehatan serius, memicu komplikasi serius.
301‑500 Berbahaya Kondisi mengancam jiwa, memerlukan perawatan medis segera.

Pihak berwenang menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama pada jam-jam pagi hingga sore hari, serta memakai masker dengan filtrasi tinggi bila harus berada di luar. Pemerintah kota juga berjanji akan meningkatkan pengawasan emisi kendaraan dan memperketat regulasi pembakaran sampah.

Langkah jangka panjang mencakup pengembangan transportasi umum yang ramah lingkungan, penanaman kembali area hijau, serta penerapan teknologi bersih di sektor industri. Upaya kolektif di antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci untuk menurunkan tingkat polusi dan memperbaiki kualitas udara Jakarta ke depannya.