Frankenstein45.Com – 21 Mei 2026 | Yahukimo, Papua – Sebuah tragedi menimpa delapan penambang emas yang sedang beroperasi di kawasan Korowai, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (26/05/2024). Menurut laporan aparat keamanan, para korban diduga dibantai oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah terjadi bentrokan di lokasi penambangan.
Tim TNI yang dipimpin oleh Komandan Satuan Pasukan Khusus (Habema) segera melakukan evakuasi jenazah serta mengevakuasi saksi-saksi yang selamat. Selama operasi, pasukan juga melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku yang diduga melarikan diri ke hutan sekitar.
Korban terdiri atas delapan laki-laki berusia antara 27 hingga 45 tahun, yang semuanya merupakan penambang lokal. Identitas lengkap masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.
Pihak berwenang setempat menegaskan bahwa insiden ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas penambangan emas di wilayah tersebut, yang seringkali berada di wilayah yang dikuasai atau dipengaruhi oleh kelompok separatis. OPM sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian ini.
- Lokasi kejadian: Desa Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua.
- Jumlah korban: 8 orang (semua penambang emas).
- Pelaku: Diduga anggota OPM.
- Respons keamanan: Evakuasi korban oleh TNI Habema, pengejaran pelaku.
- Langkah selanjutnya: Penyidikan lanjutan oleh aparat keamanan dan upaya mediasi dengan tokoh masyarakat setempat.
Walikota Yahukimo, Bupati, dan tokoh adat setempat menyerukan kepada pemerintah pusat agar meningkatkan keamanan di zona tambang serta meninjau kembali izin penambangan di daerah rawan konflik. Mereka juga meminta agar proses penyelidikan dapat berjalan transparan dan cepat, demi menghindari terulangnya insiden serupa.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden kekerasan yang melibatkan kelompok separatis di Papua, khususnya di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menegakkan hukum serta melindungi warga sipil, namun tantangan keamanan di wilayah yang terpencil tetap menjadi fokus utama.




