KAI Nyatakan 84 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Boleh Pulang, 17 Lainnya Masih Dirawat Intensif di RS
KAI Nyatakan 84 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Boleh Pulang, 17 Lainnya Masih Dirawat Intensif di RS

KAI Nyatakan 84 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Boleh Pulang, 17 Lainnya Masih Dirawat Intensif di RS

Frankenstein45.Com – 05 Mei 2026 | PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa dari total 101 korban kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, sebanyak 84 orang telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah dinyatakan kondisi stabil.

Sementara itu, 17 korban lainnya masih dirawat secara intensif di rumah sakit karena mengalami luka yang lebih serius. Keterangan ini disampaikan oleh pihak PT KAI dalam rapat koordinasi bersama tim medis dan aparat kepolisian setempat.

Berikut rangkuman kondisi korban:

  • 84 orang – Sudah kembali ke rumah setelah mendapatkan perawatan lanjutan dan dinyatakan tidak memerlukan rawat inap lagi.
  • 17 orang – Masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, dengan beberapa di antaranya berada di ruang ICU karena kondisi kritis.

Insiden tersebut terjadi pada hari Senin pagi ketika sebuah kereta penumpang menabrak kereta barang yang sedang berada di jalur yang sama di Stasiun Bekasi Timur. Menurut laporan awal, penyebab tabrakan masih dalam penyelidikan, namun diduga terkait kegagalan sinyal atau kelalaian operasional.

Pihak kepolisian telah menggelar penyelidikan lebih lanjut, sementara PT KAI berkomitmen untuk meningkatkan standar keselamatan, termasuk perbaikan sistem sinyal dan pelatihan ulang bagi masinis serta petugas lapangan.

Korban yang dipulangkan telah menerima bantuan medis lanjutan serta dukungan psikologis. Bagi keluarga korban yang masih dirawat intensif, PT KAI menyediakan akomodasi dan bantuan transportasi untuk memudahkan kunjungan.

Masalah keselamatan kereta api kembali menjadi sorotan publik, mendorong pemerintah dan otoritas terkait untuk meninjau kembali regulasi serta meningkatkan investasi pada infrastruktur yang lebih modern.