KAI Tegas Tutup 1.800 Perlintasan Liar, Tak Pandang Bulu ke Ormas
KAI Tegas Tutup 1.800 Perlintasan Liar, Tak Pandang Bulu ke Ormas

KAI Tegas Tutup 1.800 Perlintasan Liar, Tak Pandang Bulu ke Ormas

Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan penutupan total 1.800 perlintasan liar yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan di jaringan kereta api nasional. Keputusan ini diambil tanpa kompromi setelah evaluasi menyeluruh terhadap data kecelakaan, hampir 200 insiden fatal dalam lima tahun terakhir.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan pengguna jalur rel menjadi prioritas utama. “Kami tidak akan menurunkan standar keamanan demi kepentingan kelompok manapun,” ujar Rasyidin dalam konferensi pers di Jakarta, 28 April 2024.

Beberapa langkah konkret yang akan dilaksanakan antara lain:

  • Penutupan fisik perlintasan liar dengan pemasangan gerbang otomatis dan rambu peringatan.
  • Peningkatan patroli keamanan di wilayah-wilayah rawan selama 12 bulan ke depan.
  • Koordinasi intensif dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan setempat untuk menindaklanjuti pelanggaran.
  • Program edukasi masyarakat tentang bahaya menyeberang rel secara ilegal melalui media lokal dan sosialisasi di sekolah.
  • Penyediaan alternatif penyeberangan yang aman, seperti pembangunan jalur pejalan kaki atau jembatan penyeberangan.

Keputusan tersebut menuai respons beragam dari organisasi masyarakat (ormas). Sebagian ormas yang sebelumnya mengelola perlintasan mengklaim keputusan KAI dapat mengganggu mobilitas warga. Namun, KAI menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi negosiasi yang dapat mengorbankan keselamatan.

Selama proses penutupan, KAI akan memberikan pemberitahuan tertulis kepada pihak-pihak terkait minimal 30 hari sebelum gerbang dipasang. Semua biaya instalasi dan pemeliharaan akan ditanggung oleh KAI, sementara pemilik lahan diminta menyediakan ruang yang diperlukan.

Dengan langkah ini, KAI berharap dapat menurunkan angka kecelakaan rel secara signifikan. Target jangka pendek adalah mengurangi insiden terkait perlintasan liar sebesar 70 % dalam satu tahun pertama, dan mencapai penurunan hampir total dalam lima tahun ke depan.