Kamboja Umumkan Kasus Keempat Flu Burung pada Manusia
Kamboja Umumkan Kasus Keempat Flu Burung pada Manusia

Kamboja Umumkan Kasus Keempat Flu Burung pada Manusia

Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Seorang wanita berusia 66 tahun yang tinggal di provinsi Svay Rieng, Kamboja bagian tenggara, telah dinyatakan positif terinfeksi virus flu burung (H5N1) pada tanggal yang belum dipublikasikan. Ini menandai kasus keempat yang berhasil dikonfirmasi pada manusia sejak wabah dimulai pada akhir 2023.

Kasus sebelumnya melibatkan tiga pasien lain, masing‑masing berusia 53, 45, dan 28 tahun, yang semuanya juga dirawat di rumah sakit pemerintah setempat. Semua pasien menunjukkan gejala demam tinggi, batuk, dan kesulitan bernafas, serta telah dipastikan tidak memiliki riwayat kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi.

  • Kasus pertama: pria 53 tahun, terdeteksi pada November 2023.
  • Kasus kedua: wanita 45 tahun, terdeteksi pada Desember 2023.
  • Kasus ketiga: pria 28 tahun, terdeteksi pada Januari 2024.
  • Kasus keempat: wanita 66 tahun, terdeteksi pada Maret 2024.

Pihak Kementerian Kesehatan Kamboja menyatakan bahwa pasien tersebut dirawat di unit isolasi khusus dan telah menerima perawatan suportif. Sampel darah dan napasnya sedang dianalisis di laboratorium nasional untuk memastikan tipe virus dan sensitivitas terhadap antiviral.

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, otoritas setempat telah melakukan langkah‑langkah berikut:

  1. Peningkatan pemantauan kesehatan pada populasi di wilayah terdampak.
  2. Penertiban dan pemusnahan unggas yang dicurigai terinfeksi di sekitar area kasus.
  3. Pelaksanaan kampanye edukasi tentang higienitas dan pentingnya melaporkan gejala flu.
  4. Koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk dukungan teknis dan surveilans.

WHO menegaskan bahwa virus H5N1 masih menjadi ancaman zoonotik yang dapat menular dari unggas ke manusia, namun transmisi antar‑manusia masih sangat jarang. Mereka menyarankan negara‑negara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat sistem pelaporan dan meningkatkan kapasitas laboratorium.

Hingga kini, tidak ada laporan tentang penularan kasus ini ke orang lain. Pemerintah Kamboja menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi dan mengambil tindakan cepat bila diperlukan, guna melindungi kesehatan publik.