Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Makassar kembali menjadi tuan rumah aksi bersih yang mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sejuk, Resik, Indah). Kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan lalu digelar di Kampung Nelayan Untia, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Ribuan warga, relawan, dan perwakilan lembaga pemerintah serta organisasi non‑pemerintah berkumpul untuk menata kembali lingkungan sekitar.
Acara dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, yang menekankan pentingnya kebersihan sebagai wujud nyata implementasi nilai‑nilai ASRI. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang cara pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Selanjutnya, para relawan dibagi menjadi beberapa tim dengan tugas spesifik:
- Tim Penertiban Sampah: Mengumpulkan sampah plastik, kemasan, dan limbah rumah tangga yang berserakan di pinggir jalan dan selokan.
- Tim Daur Ulang: Memisahkan material yang dapat didaur ulang seperti PET, kertas, dan logam untuk disalurkan ke fasilitas daur ulang setempat.
- Tim Edukasi: Membagikan selebaran dan mengadakan dialog singkat mengenai pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Tim Penanaman: Menanam pohon mangga dan kelapa di area yang sebelumnya gundul, sebagai upaya meningkatkan ruang hijau kampung.
Selama aksi, tercatat lebih dari 3.200 kilogram sampah berhasil dikumpulkan, dengan proporsi 45% berupa material daur ulang. Lebih dari 150 pohon muda ditanam, dan lebih dari 500 warga menerima materi edukasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga.
Seorang ibu rumah tangga yang ikut berpartisipasi, Siti Nurhaliza, mengaku merasa bangga dapat berkontribusi langsung pada kebersihan lingkungan. “Kami ingin anak‑anak kami tumbuh di lingkungan yang aman dan bersih, jadi aksi seperti ini sangat penting,” ujar Siti.
Selain itu, panitia menggelar lomba kreatifitas daur ulang untuk anak‑anak sekolah setempat. Karya‑karya yang dihasilkan, seperti tempat pensil dari botol plastik bekas dan tas anyaman dari kain perca, mendapat apresiasi tinggi dan dipamerkan di balai desa sebagai contoh inovasi ramah lingkungan.
Penutup acara diisi dengan doa bersama dan penyerahan simbolik “Bendera ASRI” kepada ketua RT setempat sebagai bentuk komitmen berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan bersih ini tidak berhenti pada satu hari, melainkan menjadi momentum untuk program kebersihan rutin di Kampung Nelayan Untia dan sekitarnya.
Gerakan Nasional ASRI menargetkan tercapainya lingkungan yang lebih aman, sejuk, bersih, dan indah di seluruh Indonesia. Kampanye bersih di Makassar menjadi contoh konkrit bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan visi tersebut.




