Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Platform fintech Amanode baru-baru ini berhasil memperoleh izin operasi dalam kerangka Sandbox OJK, yang memungkinkan perusahaan teknologi keuangan menguji inovasi produk dan layanan secara terbatas sebelum mendapatkan lisensi penuh. Dengan izin tersebut, Amanode kini dapat menawarkan layanan likuiditas berbasis rupiah yang tidak mengharuskan pengguna menjual aset kripto mereka.
Berbeda dengan praktik tradisional dimana pemilik aset digital harus melepas token atau koin untuk memperoleh dana fiat, solusi Amanode memungkinkan pengguna mengunci aset kripto sebagai jaminan dan langsung menerima dana dalam bentuk rupiah. Mekanisme ini bekerja melalui kontrak pintar yang mengamankan aset kripto di dalam vault, sementara dana fiat disalurkan melalui jaringan perbankan yang terintegrasi dengan OJK.
Fitur utama layanan
- Likuiditas instan: Pengguna dapat mencairkan dana dalam hitungan menit setelah mengajukan permohonan.
- Tanpa penjualan aset: Aset kripto tetap berada di tangan pemilik dan tidak diperdagangkan di pasar sekunder.
- Keamanan terjamin: Semua transaksi tercatat pada blockchain publik, sementara dana fiat dijamin oleh bank partner yang terdaftar di OJK.
- Biaya kompetitif: Tarif layanan lebih rendah dibandingkan pinjaman konvensional atau layanan tukar kripto tradisional.
Alur penggunaan bagi pengguna
- Registrasi akun di aplikasi Amanode dan verifikasi identitas (KYC) sesuai standar OJK.
- Pilih aset kripto yang ingin dijadikan jaminan dan tentukan nilai likuiditas yang diinginkan.
- Sistem akan menghitung Loan-to-Value (LTV) maksimal berdasarkan volatilitas aset.
- Setelah persetujuan otomatis, dana rupiah akan ditransfer ke rekening bank pengguna.
- Pembayaran kembali dapat dilakukan kapan saja; setelah pelunasan, aset kripto akan dibebaskan kembali.
Regulasi sandbox OJK dirancang untuk mendorong inovasi sambil menjaga stabilitas sistem keuangan. Dengan mengizinkan Amanode beroperasi dalam lingkungan terkontrol, otoritas dapat memantau risiko sistemik, melindungi konsumen, dan mengumpulkan data untuk regulasi yang lebih tepat di masa depan.
Para analis pasar menilai bahwa layanan semacam ini dapat meningkatkan adopsi aset kripto di Indonesia, terutama bagi investor ritel yang selama ini ragu karena harus menjual aset untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Selain itu, kemampuan memperoleh dana tanpa harus melepas kepemilikan aset dapat memperkuat ekosistem DeFi lokal dan menarik lebih banyak institusi ke dalam ruang digital.
Ke depan, Amanode berencana memperluas jenis aset yang dapat dijaminkan, termasuk token non-fungible (NFT) dan stablecoin yang diterbitkan oleh lembaga keuangan Indonesia. Integrasi dengan platform pembayaran digital juga sedang dalam tahap uji coba, yang diharapkan dapat menyederhanakan proses pencairan dana bagi pengguna yang tidak memiliki rekening bank tradisional.




