Frankenstein45.Com – 17 Mei 2026 | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan Sistem Pembangunan dan Pengelolaan (SPPG) yang menjadi dasar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (PMBG) bagi anggota Polri dan keluarga. Menurut data resmi, Polri menargetkan penyelesaian 1.500 unit SPPG pada akhir tahun 2026.
Program ini dirancang untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis kepada lebih dari tiga juta penerima, dengan perkiraan total manfaat mencapai 3,44 juta orang. Unit SPPG mencakup dapur komunal, gudang bahan pangan, serta fasilitas distribusi yang terintegrasi dengan jaringan kepolisian di seluruh Indonesia.
- Target unit: 1.500 unit SPPG
- Jadwal penyelesaian: 2026
- Penerima manfaat: 3,44 juta orang
- Fokus: Penyediaan makanan bergizi gratis untuk anggota Polri, pensiunan, dan keluarga
Berikut adalah tahapan utama yang telah direncanakan:
| Tahun | Jumlah Unit SPPG | Keterangan |
|---|---|---|
| 2023 | 250 | Pembentukan tim proyek dan studi kelayakan |
| 2024 | 500 | Pengadaan lahan dan konstruksi fase I |
| 2025 | 800 | Penyelesaian fase II dan pelatihan operasional |
| 2026 | 1500 | Penyerahan akhir dan aktivasi penuh program |
Kapolri menekankan bahwa keberhasilan SPPG tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada pengelolaan logistik pangan yang efisien serta pemantauan kualitas gizi. Untuk itu, Polri bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta lembaga swadaya masyarakat yang memiliki keahlian di bidang gizi.
Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, dengan sebagian besar dana berasal dari APBN serta kontribusi dari sponsor korporat. Seluruh proses akan diawasi oleh satuan khusus yang melaporkan progres bulanan kepada kantor pusat.
Dengan tersedianya 1.500 unit SPPG, diharapkan program makan bergizi gratis dapat meningkatkan kesejahteraan anggota Polri serta memperkuat daya tahan fisik mereka dalam menjalankan tugas. Program ini juga diharapkan menjadi contoh bagi institusi lain dalam upaya memperbaiki gizi masyarakat luas.




