Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menanggapi kritik publik yang menyatakan proses pemulihan di Aceh berjalan lambat. Ia menegaskan bahwa tim PRR telah melaksanakan serangkaian langkah konkrit sejak awal 2024, termasuk penyaluran bantuan darurat, perbaikan infrastruktur kritis, serta pendirian kembali fasilitas umum yang rusak.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Rabu (12 Mei 2024), Kaposwil PRR Aceh menyoroti tiga capaian utama:
- Distribusi lebih dari 1,2 juta paket bantuan logistik kepada keluarga terdampak, mencakup kebutuhan pokok, obat-obatan, dan perlengkapan sanitasi.
- Penyelesaian rekonstruksi 85% jalan provinsi dan kabupaten yang rusak akibat gempa, memungkinkan mobilitas barang dan layanan kesehatan kembali normal.
- Pembangunan kembali 120 unit rumah tinggal yang hancur, dengan target penyelesaian akhir tahun ini.
Ia juga mengakui adanya tantangan, seperti cuaca ekstrem yang menghambat pekerjaan di beberapa daerah terpencil, serta keterbatasan dana yang masih mengandalkan alokasi nasional. Namun, Kaposwil menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah provinsi, lembaga donor, dan masyarakat lokal terus ditingkatkan untuk mempercepat proses pemulihan.
Menanggapi pertanyaan mengenai transparansi penggunaan dana, pejabat PRR menyatakan semua transaksi telah dicatat dalam sistem e‑monitoring yang dapat diakses publik. Ia mengajak warga untuk berpartisipasi dalam forum dialog yang dijadwalkan tiap bulan, guna memastikan kebutuhan lapangan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Kaposwil PRR Aceh berharap dapat mengubah persepsi publik dan memperlihatkan bahwa upaya pemulihan sedang berjalan sesuai rencana, meski masih menghadapi kendala yang memerlukan solusi bersama.




