Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh melaporkan peningkatan signifikan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya terlibat dalam jaringan penipuan daring (online scam) dan kini mengajukan permohonan bantuan konsuler.
Para WNI yang menghubungi KBRI mengaku mengalami kesulitan dalam hal:
- Mengurus dokumen identitas yang hilang atau dicabut.
- Mencari pekerjaan legal setelah keluar dari jaringan penipuan.
- Mendapatkan bantuan keuangan darurat.
- Mengakses layanan konseling psikologis.
KBRI menegaskan bahwa kedutaan tidak mendukung atau menutupi kegiatan penipuan daring, namun berkomitmen membantu WNI yang ingin beralih ke kehidupan yang lebih baik. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
- Penyuluhan hak dan kewajiban WNI di luar negeri melalui sesi informasi.
- Koordinasi dengan otoritas Kamboja untuk menindak jaringan kriminal.
- Fasilitasi pembuatan atau perpanjangan paspor serta dokumen perjalanan lainnya.
- Pengarahan menuju lembaga bantuan sosial dan program reintegrasi kerja.
KBRI juga mengingatkan masyarakat Indonesia di Kamboja untuk berhati-hati terhadap tawaran kerja yang menjanjikan penghasilan tinggi secara instan, terutama yang melibatkan transfer uang ke luar negeri. Pendekatan yang bijak meliputi:
- Memastikan perusahaan atau pemberi kerja memiliki legalitas resmi.
- Menghindari permintaan uang muka atau biaya administrasi sebelum pekerjaan dimulai.
- Melaporkan kepada KBRI atau kepolisian setempat bila menemukan indikasi penipuan.
Dengan meningkatnya kasus ini, KBRI berharap dapat memperkuat jaringan perlindungan konsuler dan memperluas kerja sama dengan pemerintah Kamboja serta organisasi non‑pemerintah untuk meminimalisir risiko eksploitasi tenaga kerja Indonesia di luar negeri.




