Mantan Istri Reza Smash Tersangka Love Scamming Internasional, Korban Rugi Rp41 Miliar
Mantan Istri Reza Smash Tersangka Love Scamming Internasional, Korban Rugi Rp41 Miliar

Mantan Istri Reza Smash Tersangka Love Scamming Internasional, Korban Rugi Rp41 Miliar

Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Jakarta – Seorang wanita yang sebelumnya dikenal sebagai model dan mantan istri anggota boyband Smash, Reza Anugrah, kini menjadi sorotan utama kepolisian setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam jaringan penipuan daring berskala internasional yang mengatasnamakan “love scamming”. Fabiola Elizabeth Agnes, atau yang lebih dikenal dengan inisial “F”, ditangkap pada Selasa, 2 Juni 2026 di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut keterangan Kombes Himawan Susanto Saragih, Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, peran Fabiola sangat strategis dalam skema penipuan tersebut. Ia ditugaskan melakukan video call langsung dengan calon korban untuk memperkuat ikatan emosional yang telah dibangun oleh tim marketing sindikat. “Jika korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing melainkan model,” ujar Himawan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Tengah.

Modus operandi jaringan ini mengandalkan pendekatan pribadi melalui media sosial. Tahap pertama dimulai dengan tim marketing yang menyaring calon korban, biasanya mereka yang menunjukkan minat pada investasi kripto. Setelah itu, Fabiola muncul dengan identitas palsu, menampilkan foto-foto menarik dan melakukan panggilan video untuk “membangun kepercayaan”. Selanjutnya, korban diarahkan untuk mentransfer dana ke platform trading kripto palsu yang dikelola oleh tim IT sindikat.

Skala Kerugian dan Korban

  • Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 41,1 miliar.
  • Jumlah korban yang teridentifikasi secara resmi berjumlah 133 orang, dengan total target sekitar 5.000 orang.
  • Jaringan penipuan beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026, menargetkan warga Indonesia maupun mancanegara.

Identitas Fabiola mulai terkuak setelah polisi merilis foto tersangka yang menampilkan tato salib di leher serta beberapa tato di tangan, ciri khas yang sebelumnya pernah terlihat dalam unggahan media sosialnya. Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menegaskan bahwa foto tersebut memang cocok dengan penampilan Fabiola Elizabeth Agnes, yang merupakan warga negara Jerman yang telah lama menetap di Indonesia.

Fabiola menikah dengan Reza Smash pada tahun 2018, namun perceraian terjadi pada tahun 2020 setelah perseteruan publik di media sosial, di mana ia menuduh mantan suaminya melakukan penyalahgunaan narkoba dan perselingkuhan. Sejak saat itu, namanya kerap muncul di ranah hiburan hingga kini terjerat kasus hukum serius.

Perusahaan yang menjadi “pangkalan” operasi penipuan ini teridentifikasi sebagai PT Digi Global Konsultan, berlokasi di Solo Baru, Sukoharjo. Dari kantor ini, para pelaku mengatur alur penipuan, mengelola akun media sosial palsu, serta mengoperasikan server yang menampung situs trading kripto tiruan.

Polisi juga mengungkapkan bahwa jaringan tersebut bersifat transnasional, melibatkan pelaku dari beberapa negara. Pendekatan “love scamming” dipilih karena terbukti efektif dalam memanipulasi emosi korban, sehingga mereka cenderung mengabaikan tanda bahaya dan mentransfer dana dalam jumlah besar.

Dalam upaya menekan laju penipuan serupa, Polda Jawa Tengah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai ajakan investasi yang datang dari orang yang baru dikenal secara daring. Kombes Artanto menekankan pentingnya verifikasi identitas dan memeriksa legalitas platform sebelum melakukan transaksi keuangan.

Penangkapan Fabiola merupakan langkah awal dalam rangka membongkar jaringan sindikat ini. Penyidikan masih berlangsung, dengan fokus pada identifikasi anggota lain, pelacakan aliran dana, serta pemulihan sebagian kerugian bagi korban. Pihak berwenang berharap proses hukum dapat memberikan efek jera dan melindungi masyarakat dari modus penipuan digital yang semakin canggih.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan siber di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya edukasi literasi digital bagi semua kalangan. Dengan meningkatnya penggunaan platform daring, kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari jebakan investasi palsu yang mengatasnamakan hubungan emosional.