Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tunis menyelenggarakan acara diskusi buku karya mantan Presiden Abdurrahman Wahid, yang berjudul Islamku, Islamku. Acara yang berlangsung pada 7 April 2024 ini bertujuan memperkenalkan pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, toleransi, dan perdamaian kepada masyarakat Tunisia serta memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Tunisia.
Acara dihadiri oleh perwakilan kementerian luar negeri Tunisia, akademisi lokal, anggota komunitas Muslim, serta sejumlah diplomat Indonesia. Pembukaan dipimpin oleh Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, yang menekankan pentingnya dialog antar‑budaya dalam era globalisasi.
Dalam sesi utama, para pembicara menyoroti tiga tema utama buku Gus Dur:
- Kemanusiaan universal: Gus Dur menegaskan bahwa nilai‑nilai kemanusiaan melampaui batas agama dan kebangsaan.
- Toleransi beragama: Penulis mengajak pembaca untuk menghormati perbedaan keyakinan sebagai landasan hidup bersama yang damai.
- Perdamaian berkelanjutan: Ide-ide Gus Dur tentang dialog aktif dan kerja sama lintas negara dijadikan contoh bagi upaya penyelesaian konflik.
Setelah presentasi, peserta berdiskusi mengenai relevansi gagasan Gus Dur dalam konteks situasi politik dan sosial di Afrika Utara. Banyak yang mengapresiasi cara Gus Dur menyatukan nilai‑nilai Islam dengan prinsip universal hak asasi manusia.
Acara diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara KBRI Tunis dan Universitas Tunis El Manar untuk menyelenggarakan seminar bersama pada tahun berikutnya, menandakan komitmen kedua negara dalam memajukan dialog budaya dan pendidikan.




