Frankenstein45.Com – 04 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan Pesantren Eco‑Saintek pada Minggu, 3 Mei 2024. Upacara berlangsung di kampus pesantren yang berlokasi di daerah pilihan dan menandai peluncuran model pendidikan yang memadukan nilai-nilai pesantren tradisional dengan ilmu sains dan teknologi berkelanjutan.
Konsep “Eco‑Saintek” menekankan integrasi antara ekologi dan sains‑teknik, dengan tujuan menghasilkan generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Pesantren ini mengadopsi kurikulum STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) yang disesuaikan dengan prinsip ramah lingkungan.
Fitur utama Pesantren Eco‑Saintek
- Energi terbarukan: panel surya dan turbin angin kecil memasok sebagian besar kebutuhan listrik.
- Bangunan hijau: struktur dibangun dengan bahan daur ulang dan ventilasi alami untuk mengurangi jejak karbon.
- Pengelolaan limbah: sistem kompos dan daur ulang mengubah sampah organik menjadi pupuk bagi kebun organik.
- Kebun organik dan pertanian berkelanjutan: siswa belajar menanam sayuran tanpa pestisida serta praktik pertanian regeneratif.
- Laboratorium lingkungan: fasilitas untuk menguji kualitas air, tanah, dan udara secara real‑time.
- Kegiatan kemasyarakatan: program penyuluhan lingkungan bagi warga sekitar dan kerja sama dengan LSM.
Implementasinya melibatkan kerjasama antara Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta yang menyediakan teknologi dan pelatihan. Guru‑guru mendapatkan pelatihan khusus untuk mengintegrasikan materi lingkungan ke dalam tiap mata pelajaran.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan, “Pendidikan harus menjadi agen perubahan dalam menghadapi krisis iklim. Melalui model Eco‑Saintek, kita menyiapkan generasi yang mampu menciptakan solusi inovatif untuk bumi.”
Dengan harapan menjadi contoh bagi pesantren lain di seluruh Indonesia, rencana ke depan mencakup replikasi model ini ke tiga provinsi dalam lima tahun ke depan serta integrasi elemen ramah lingkungan ke dalam kurikulum nasional.




