Keberadaan DDT solusi cegah tabrakan KAJJ-KRL di Bekasi Timur
Keberadaan DDT solusi cegah tabrakan KAJJ-KRL di Bekasi Timur

Keberadaan DDT solusi cegah tabrakan KAJJ-KRL di Bekasi Timur

Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero), Riza Primadi, menegaskan bahwa penerapan Double Double Track (DDT) menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko tabrakan antara Kereta Api Jiwa (KAJJ) dan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Bekasi Timur.

DDT adalah konfigurasi rel ganda yang memungkinkan dua lintasan utama serta dua lintasan tambahan beroperasi secara terpisah. Dengan memisahkan lintasan KAJJ dan KRL, sistem ini menciptakan jarak fisik yang jelas, sehingga meminimalkan kemungkinan konflik jalur pada titik persilangan.

Berikut beberapa keunggulan DDT yang diuraikan oleh Riza Primadi:

  • Pemisahan lintasan: KAJJ dan KRL beroperasi pada rel yang berbeda, menghindari kebutuhan crossing yang kompleks.
  • Peningkatan kapasitas: Dua lintasan tambahan memungkinkan penambahan frekuensi kereta tanpa mengorbankan keselamatan.
  • Pengurangan waktu tempuh: Kereta tidak lagi harus menunggu giliran lewat, mempercepat jadwal perjalanan.
  • Efisiensi operasional: Pengelolaan jadwal menjadi lebih fleksibel, mengurangi penundaan.

Implementasi DDT di Bekasi Timur dimulai pada awal 2024 dengan pembangunan infrastruktur rel tambahan sepanjang 4,2 kilometer. Pekerjaan meliputi pemasangan sinyal modern, sistem kontrol otomatis, dan penyesuaian stasiun yang ada.

Riza Primadi menambahkan bahwa selain manfaat teknis, DDT juga diharapkan meningkatkan rasa aman bagi penumpang. “Dengan DDT, kami dapat memastikan bahwa KAJJ dan KRL tidak akan bersilangan pada satu titik yang sama, sehingga potensi kecelakaan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Namun, tantangan tetap ada. Biaya pembangunan yang tinggi, kebutuhan lahan tambahan, serta koordinasi antar‑operator memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat. Untuk itu, pihak KAI dan PT KAI Commuter berkomitmen melakukan monitoring berkelanjutan dan evaluasi performa DDT setelah operasional penuh.

Jika berhasil, model DDT di Bekasi Timur dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa, khususnya di kawasan metropolitan yang padat kereta api.