Anak Pekerja Migran di Malaysia Pimpin Upacara Hardiknas di Jakarta
Anak Pekerja Migran di Malaysia Pimpin Upacara Hardiknas di Jakarta

Anak Pekerja Migran di Malaysia Pimpin Upacara Hardiknas di Jakarta

Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Seorang anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang sedang menempuh pendidikan di Malaysia, Alokh Abhimanyu, menjadi sorotan nasional setelah dipercaya memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Istana Merdeka, Jakarta, pada 2 Mei 2024.

Alokh, berusia 12 tahun, merupakan putra seorang pekerja konstruksi asal Jawa Timur yang telah merantau ke Kuala Lumpur selama hampir satu dekade. Meskipun tinggal jauh dari tanah air, ia tetap melanjutkan studi di sebuah sekolah internasional dengan beasiswa pemerintah Indonesia. Keberhasilannya dipilih sebagai pemandu upacara merupakan penghargaan atas dedikasinya serta simbol apresiasi terhadap kontribusi PMI.

Upacara Hardiknas tahun ini menekankan tema “Membangun Generasi Cerdas di Era Digital”. Dalam rangkaian acara, Alokh membacakan teks Proklamasi Pendidikan, memimpin barisan peserta, dan menyalakan lilin peringatan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Penampilannya mendapat sambutan hangat dari para pejabat, guru, serta masyarakat yang menyaksikan melalui siaran televisi nasional.

  • Nama: Alokh Abhimanyu
  • Usia: 12 tahun
  • Asal: Kediri, Jawa Timur
  • Tempat belajar: Sekolah Internasional Kuala Lumpur
  • Peran di Hardiknas: Pembaca teks Proklamasi Pendidikan dan pemandu upacara

Pejabat Kementerian Pendidikan, Nadiem Makarim, menilai partisipasi Alokh sebagai bukti bahwa generasi muda Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri, tetap dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan PMI serta memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak mereka.

Sementara itu, komunitas PMI di Malaysia menyambut baik keterlibatan Alokh, menganggapnya sebagai motivasi bagi ribuan keluarga pekerja migran yang mengirimkan anak ke luar negeri demi pendidikan yang lebih baik. Mereka berharap kebijakan pemerintah Indonesia dapat terus mendukung pendidikan anak PMI, baik di dalam maupun di luar negeri.

Upacara Hardiknas berakhir dengan penyerahan simbolis piagam penghargaan kepada Alokh, sekaligus pengumuman program beasiswa khusus bagi anak-anak PMI. Momentum ini diharapkan menjadi titik tolak bagi peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan hak-hak pekerja migran Indonesia.