Keluarga Kacab Bank Desak Oditur Militer Ajukan Banding Putusan Hakim
Keluarga Kacab Bank Desak Oditur Militer Ajukan Banding Putusan Hakim

Keluarga Kacab Bank Desak Oditur Militer Ajukan Banding Putusan Hakim

Frankenstein45.Com – 03 Juni 2026 | Keluarga korban yang diduga diculik dan dibunuh, seorang kepala cabang bank berinisial MIP berusia 37 tahun, mengajukan tuntutan agar Oditur Militer segera mengajukan banding terhadap keputusan hakim yang dianggap tidak memuaskan.

Kasus ini mulai mencuat setelah aparat kepolisian menutup penyelidikan pada bulan Agustus 2023, menyatakan tidak ada bukti cukup untuk melanjutkan penyelidikan. Keputusan tersebut menuai kemarahan keluarga MIP yang menilai proses hukum belum memberikan keadilan bagi almarhum.

Keluarga menyoroti beberapa poin penting:

  • Permintaan agar penyelidikan kembali dibuka dengan melibatkan unit militer karena diduga adanya unsur kejahatan terorganisir.
  • Penolakan terhadap putusan hakim yang menyatakan tidak ada bukti kuat, karena keluarga memiliki saksi dan bukti pendukung yang belum dipertimbangkan.
  • Desakan agar Oditur Militer mengajukan banding dalam waktu singkat, mengingat proses hukum yang lama dapat memperpanjang penderitaan keluarga.

Dalam pernyataan resmi, keluarga menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sampai kebenaran terungkap dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Mereka juga meminta agar media terus mengawal kasus ini agar tekanan publik tetap tinggi.

Pihak Oditur Militer belum memberikan komentar resmi mengenai rencana banding. Sementara itu, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang hak asasi manusia menilai bahwa kasus ini mencerminkan perlunya koordinasi lebih baik antara kepolisian dan militer dalam menangani kasus penculikan serta pembunuhan yang melibatkan tokoh publik.

Jika Oditur Militer mengajukan banding, proses persidangan dapat kembali dibuka, memberi kesempatan bagi keluarga untuk menyampaikan bukti baru serta saksi yang belum dipanggil. Namun, prosedur hukum yang panjang dan kompleks tetap menjadi tantangan utama.