Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Keluarga terdakwa dalam kasus pengelolaan minyak milik Pertamina melakukan kunjungan ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta pada Senin (26/04/2024). Mereka mengajukan permohonan agar parlemen memberikan pengawasan dan keadilan bagi suami/ayah mereka yang saat ini berada dalam proses hukum.
Kasus tersebut melibatkan dugaan penyalahgunaan dana dan fasilitas minyak yang dikelola oleh Pertamina. Terdakwa, yang merupakan mantan pejabat atau pengelola di perusahaan negara tersebut, telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menunggu putusan pengadilan.
Dalam pertemuan dengan sejumlah anggota DPR, keluarga terdakwa menekankan beberapa poin utama:
- Permintaan agar DPR memantau jalannya proses peradilan untuk memastikan tidak ada intervensi politik.
- Harapan agar putusan yang akan dijatuhkan mencerminkan keadilan tanpa memihak.
- Ajakan kepada lembaga legislatif untuk menelusuri kembali mekanisme pengawasan internal Pertamina agar kasus serupa tidak terulang.
Anggota Komisi VI DPR, yang menangani bidang energi, menyatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti kunjungan tersebut dan akan meninjau kembali kebijakan pengawasan terhadap BUMN di sektor energi. “Kami menghargai aspirasi warga, termasuk keluarga terdakwa, dan akan memastikan proses hukum berjalan transparan,” ujar salah satu anggota komisi.
Pengamat hukum menilai bahwa intervensi legislatif dalam proses peradilan sebaiknya bersifat terbatas pada pengawasan prosedural, bukan mempengaruhi keputusan hakim. Namun, mereka mencatat bahwa tekanan publik dan politik dapat memengaruhi persepsi keadilan.
Kasus ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan Pertamina dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dugaan korupsi dan penyalahgunaan aset. Masyarakat menuntut transparansi yang lebih besar, sementara pemerintah berjanji memperkuat mekanisme akuntabilitas.
Ke depan, keluarga terdakwa berharap DPR dapat menjadi jembatan antara lembaga peradilan dan publik, sehingga proses hukum dapat diselesaikan dengan adil dan tanpa tekanan eksternal.




