Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Ratusan pelayat menghantarkan kepergian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal sebagai dr. Icha, ke tempat peristirahatan terakhirnya pada hari Senin, 24 Juni 2026. Upacara pemakaman yang berlangsung sederhana namun khidmat itu dihadiri oleh rekan kerja, pasien, serta masyarakat setempat yang mengenal dedikasi sang dokter di bidang kesehatan.
Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan keluarga dr. Icha:
- Permintaan penyelidikan independen tanpa intervensi pihak internal rumah sakit.
- Penuntutan terhadap pihak yang terbukti lalai dalam prosedur keamanan kerja.
- Penyediaan laporan resmi kepada publik mengenai temuan penyelidikan.
Pihak berwenang, termasuk Dinas Kesehatan dan Kepolisian setempat, telah menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali investigasi. Mereka berjanji akan memperhatikan semua bukti, termasuk rekaman CCTV, keterangan saksi, serta laporan medis yang ada.
Kasus kematian dr. Icha menimbulkan keprihatinan luas mengenai standar keselamatan kerja di fasilitas kesehatan. Beberapa organisasi profesi medis telah mengeluarkan pernyataan mendesak peningkatan protokol keselamatan serta pelatihan reguler bagi tenaga medis untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Keluarga dr. Icha berharap agar proses hukum dapat berjalan adil dan tidak memihak, sehingga keadilan dapat ditegakkan bagi korban serta memberikan pelajaran berharga bagi institusi kesehatan dalam memperbaiki sistem keselamatan kerja.




