Kemdiktisaintek Deklarasikan Konsorsium Tanggap Bencana PTN‑PTS di Sulawesi Tengah
Kemdiktisaintek Deklarasikan Konsorsium Tanggap Bencana PTN‑PTS di Sulawesi Tengah

Kemdiktisaintek Deklarasikan Konsorsium Tanggap Bencana PTN‑PTS di Sulawesi Tengah

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan secara resmi mendeklarasikan terbentuknya Konsorsium Tanggap Bencana bagi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Provinsi Sulawesi Tengah. Deklarasi tersebut disampaikan dalam acara yang diadakan di Gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tanggal 20 Mei 2024.

Konsorsium ini dibentuk sebagai respons terhadap tingginya frekuensi bencana alam di wilayah Sulawesi Tengah, terutama tanah longsor, banjir, dan gempa bumi. Dengan menggabungkan sumber daya akademik, riset, dan jaringan masyarakat, diharapkan institusi pendidikan dapat berperan lebih aktif dalam mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanggulangan bencana.

Berikut adalah beberapa institusi yang menjadi anggota awal konsorsium:

  • Universitas Tadulako (UT)
  • Universitas Negeri Sulawesi Tengah (UNSTA)
  • Universitas Islam Negeri Sultan Alauddin (UINSA)
  • Institut Teknologi Nusantara (ITN) – kampus Sulawesi Tengah
  • Politeknik Karya Muda Sulawesi Tengah (PKMST)
  • Universitas Muhammadiyah Palu (UMP)

Tujuan utama konsorsium meliputi:

  1. Mengkoordinasikan penelitian tentang perubahan iklim dan risiko bencana di wilayah setempat.
  2. Menyusun kurikulum dan modul pelatihan yang dapat diintegrasikan ke dalam program studi PTN‑PTS.
  3. Mengembangkan teknologi tepat guna, seperti sistem peringatan dini berbasis sensor lokal.
  4. Memberdayakan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus pada kesiapsiagaan bencana.
  5. Menggalang dana dan sumber daya dari pemerintah, sektor swasta, serta lembaga donor internasional.

Fauzan menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah. “Konsorsium ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan platform aksi yang akan menghasilkan produk nyata untuk melindungi masyarakat Sulawesi Tengah,” ujarnya dalam sambutannya.

Rencana kerja awal mencakup pelaksanaan workshop bersama pada kuartal ketiga 2024, pembuatan peta risiko bencana berbasis GIS, serta peluncuran program magang bagi mahasiswa di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah.

Dengan dukungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta komitmen kuat dari institusi pendidikan, diharapkan konsorsium dapat menjadi model bagi provinsi lain dalam memperkuat kapasitas akademik dalam menghadapi tantangan iklim dan bencana.