Kemendukbangga Luncurkan Menu MBG 3B Berbasis Protein untuk Cegah Stunting
Kemendukbangga Luncurkan Menu MBG 3B Berbasis Protein untuk Cegah Stunting

Kemendukbangga Luncurkan Menu MBG 3B Berbasis Protein untuk Cegah Stunting

Frankenstein45.Com – 29 Juni 2026 | Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenkumham) Budi Setiyono mengumumkan peluncuran menu Makanan Bergizi (MBG) 3B yang diformulasikan khusus dengan tambahan protein tinggi. Inisiatif ini ditujukan untuk menurunkan angka stunting pada anak balita, khususnya di wilayah dengan tingkat kekurangan gizi yang masih tinggi.

Menu MBG 3B mengusung tiga pilar utama: protein, karbohidrat kompleks, dan mikronutrien esensial. Setiap porsi dirancang untuk memenuhi sekitar 30% kebutuhan protein harian anak usia 1-5 tahun, sekaligus menyertakan vitamin A, zat besi, dan zinc yang berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan sistem imun.

Berikut adalah komposisi utama dalam satu porsi MBG 3B:

  • Protein: Daging ayam atau ikan segar, kacang kedelai, dan telur rebus.
  • Karbohidrat kompleks: Beras merah atau ubi jalar yang diproses minimal.
  • Mikronutrien: Sayuran hijau (bayam, kangkung), buah-buahan lokal (mangga, pepaya), serta suplemen fortifikasi vitamin dan mineral.

Data awal dari program percontohan di tiga provinsi menunjukkan penurunan signifikan pada indikator tinggi badan per umur (HB/U) setelah enam bulan konsumsi rutin MBG 3B. Tabel di bawah merangkum hasil pemantauan:

Provinsi Penurunan Stunting (%) Rata‑rata Peningkatan HB/U
Jawa Barat 12,4 +0,8 SD
Sumatera Utara 10,9 +0,7 SD
Kalimantan Selatan 11,6 +0,9 SD

Selain manfaat gizi, Kemenkumham menekankan kemudahan distribusi MBG 3B melalui posyandu dan program bantuan sosial. Setiap paket disertai panduan penyajian yang sederhana, sehingga orang tua dapat menyiapkan makanan dengan cepat dan aman.

Budi Setiyono menegaskan bahwa keberlanjutan program akan didukung oleh pelatihan kader kesehatan, kerja sama dengan petani lokal, serta monitoring berkelanjutan menggunakan aplikasi digital. Dengan pendekatan terpadu ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai target penurunan stunting nasional sebesar 30% pada tahun 2030.