Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jamaah Calon Haji Buka 24 Jam
Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jamaah Calon Haji Buka 24 Jam

Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jamaah Calon Haji Buka 24 Jam

Frankenstein45.Com – 23 April 2026 | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa fasilitas kesehatan yang melayani jamaah calon haji kini beroperasi selama 24 jam penuh. Kebijakan ini diterapkan guna menjamin kesiapan fisik jamaah sebelum menunaikan ibadah haji, sekaligus memberikan respons cepat terhadap kebutuhan medis yang mendadak.

Fasilitas utama yang disediakan adalah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KHKI) yang tersebar di sejumlah kota strategis, termasuk Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Setiap klinik dilengkapi dengan tenaga medis berlisensi, laboratorium, serta ruang isolasi untuk penanganan kasus darurat.

  • Pemeriksaan kesehatan menyeluruh meliputi tes darah, tes urine, dan skrining jantung.
  • Vaksinasi wajib seperti vaksin meningitis, tifoid, dan influenza.
  • Layanan gawat darurat yang siap siaga 24 jam.
  • Konseling kesehatan dan persiapan fisik menjelang keberangkatan.

Berikut jadwal layanan utama yang tersedia setiap hari:

Waktu Layanan Kontak
00:00‑06:00 Gawat darurat & isolasi 021-12345678
06:00‑12:00 Pemeriksaan rutin & vaksinasi 021-12345678
12:00‑18:00 Konseling & pemeriksaan lanjutan 021-12345678
18:00‑24:00 Gawat darurat & layanan cepat 021-12345678

Menko Haji dan Umrah, Abdul Kadir, menyatakan bahwa operasional 24 jam ini diharapkan dapat menurunkan tingkat pembatalan perjalanan haji akibat masalah kesehatan. “Kesehatan jamaah adalah prioritas utama. Dengan layanan yang selalu siap, kami ingin memastikan setiap calon haji dapat berangkat dengan kondisi optimal,” ujarnya.

Kemenhaj juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menyelaraskan standar pelayanan serta menyediakan pasokan obat dan peralatan medis yang memadai. Program ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan jumlah jamaah yang lolos pemeriksaan kesehatan meningkat, sekaligus mengurangi risiko komplikasi selama pelaksanaan ibadah haji.