Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latihan Kemiliteran, Ini Kronologinya
Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latihan Kemiliteran, Ini Kronologinya

Kemenhan Akui 5 Calon Manajer Kopdes dan KNMP Meninggal Saat Latihan Kemiliteran, Ini Kronologinya

Frankenstein45.Com – 27 Juni 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengonfirmasi bahwa lima orang peserta latihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan luas dan memicu penyelidikan lebih lanjut.

Berikut kronologi singkat yang dirilis oleh Kemenhan:

  1. Persiapan dan Pendaftaran: Para calon manajer mendaftar melalui unit masing-masing daerah dan mengikuti proses seleksi administrasi serta medis sebelum diberi izin mengikuti latsarmil.
  2. Mulai Latihan: Latihan dasar militer dimulai pada 5 April 2024 di sebuah pangkalan militer di Jawa Barat. Program dirancang selama tiga hari dengan agenda fisik, taktik, serta disiplin militer.
  3. Hari Kedua: Pada hari kedua, sekitar pukul 14.00 WIB, terjadi insiden saat peserta diminta melakukan latihan fisik intensif di lapangan terbuka yang beriklim panas.
  4. Kejadian Kesehatan: Lima peserta (dua pria dan tiga wanita) tiba-tiba menunjukkan gejala kelelahan ekstrem, pusing, dan sesak napas. Tim medis lapangan memberikan pertolongan pertama, namun kondisi mereka semakin memburuk.
  5. Evakuasi dan Penanganan: Peserta dipindahkan ke rumah sakit militer terdekat menggunakan ambulans militer. Sayangnya, setelah pemeriksaan intensif, kelima korban dinyatakan meninggal dunia akibat komplikasi dehidrasi dan heat stroke yang parah.
  6. Pernyataan Kemenhan: Menteri Pertahanan, Budi Arie Setiadi, menyampaikan rasa duka yang mendalam, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur keamanan latihan serta menyiapkan kompensasi bagi keluarga korban.

Pihak Kemenhan menegaskan bahwa semua protokol medis telah diterapkan, namun faktor cuaca ekstrem dan intensitas latihan yang tinggi diduga menjadi penyebab utama. Selanjutnya, Kementerian akan mengirim tim investigasi independen untuk menilai apakah terdapat kelalaian dalam persiapan atau pelaksanaan latihan.

Keluarga korban serta organisasi masyarakat sipil menuntut transparansi penuh dan peninjauan kembali standar pelatihan bagi peserta non-militer. Sementara itu, program KDKMP dan KNMP sementara dihentikan hingga hasil penyelidikan selesai.