Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Insiden kereta listrik (KRL) yang menabrak rel di sekitar Stasiun Bekasi pada hari sebelumnya menimbulkan keresahan publik dan menambah deretan kecelakaan transportasi massal di Jabodetabek.
Setelah kecelakaan tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan mengirimkan tim inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu pool taksi daring, Xanh SM (Green SM), yang beroperasi di wilayah Bekasi.
Tim sidak memeriksa sejumlah aspek operasional, antara lain:
- Kepatuhan kendaraan terhadap standar kelayakan teknis.
- Dokumen izin usaha dan asuransi.
- Prosedur keselamatan pengemudi dan penumpang.
- Pengawasan terhadap lokasi penjemputan dan penurunan penumpang di sekitar Stasiun Bekasi.
Hasil sementara sidak menunjukkan beberapa temuan, antara lain kurangnya pemeliharaan rutin pada beberapa unit taksi, serta beberapa pengemudi yang belum melengkapi surat-surat keselamatan lengkap. Pihak Ditjen Hubdat menegaskan bahwa temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan rekomendasi perbaikan dan, bila diperlukan, sanksi administratif.
Kepala Ditjen Hubdat menyatakan bahwa kecelakaan KRL menjadi pemicu utama peningkatan pengawasan terhadap seluruh moda transportasi publik, termasuk layanan taksi daring. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan otoritas daerah akan terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, pihak Xanh SM menanggapi temuan sidak dengan komitmen untuk memperbaiki prosedur pemeliharaan kendaraan, meningkatkan pelatihan pengemudi, dan memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.
Pengguna layanan taksi daring di Bekasi diharapkan tetap waspada dan melaporkan setiap indikasi pelanggaran keselamatan kepada otoritas terkait. Pemerintah daerah juga berjanji akan memperkuat pengawasan di titik-titik strategis seperti Stasiun Bekasi, guna mengurangi risiko kecelakaan lintas moda transportasi.




