Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengirim tim inspeksi mendadak ke pool taksi Green SM yang beroperasi di wilayah Bekasi pada Jumat, 26 April 2026. Sidak tersebut dipicu oleh kecelakaan kereta api yang terjadi di dekat halte taksi pada hari sebelumnya, yang menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penumpang dan kelancaran layanan transportasi umum.
Tim sidak menelusuri beberapa aspek penting, antara lain:
- Kepatuhan armada taksi terhadap standar teknis dan kelayakan mesin.
- Keabsahan surat izin operasi (SIO) dan dokumen kendaraan.
- Kondisi driver, termasuk sertifikasi kompetensi dan riwayat pelatihan keselamatan.
- Prosedur penanganan darurat yang diterapkan oleh manajemen pool taksi.
Hasil temuan awal menunjukkan bahwa mayoritas taksi di pool Green SM masih memenuhi standar teknis, namun terdapat beberapa kendaraan yang belum melakukan servis rutin sesuai jadwal. Selain itu, Kemenhub mencatat bahwa sejumlah driver belum memiliki sertifikat pelatihan terbaru yang diwajibkan setelah regulasi baru tentang keselamatan transportasi umum.
Menanggapi temuan tersebut, pimpinan Green SM Bekasi berjanji akan segera menindaklanjuti rekomendasi Kemenhub. “Kami akan mempercepat perbaikan kendaraan yang belum layak jalan dan mengadakan pelatihan ulang bagi driver yang belum memenuhi persyaratan,” ujar seorang juru bicara perusahaan.
Kemenhub menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor antara operator taksi, perusahaan kereta api, dan otoritas daerah untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Pada kesempatan itu, Kementerian juga mengumumkan rencana penambahan pos patroli keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan, termasuk area pertemuan jalur kereta dan halte transportasi umum.
Kasus kecelakaan kereta yang memicu sidak tersebut melibatkan kereta komuter yang menabrak kendaraan pribadi di persimpangan dekat halte taksi Green SM pada Senin, 22 April 2026. Tidak ada korban jiwa, namun kerusakan pada infrastruktur dan kendaraan menimbulkan gangguan layanan selama beberapa jam.
Dengan sidak ini, Kemenhub berharap dapat meningkatkan standar operasional pool taksi, memperkuat mekanisme pengawasan, serta menegakkan tanggung jawab bersama dalam menjamin keselamatan penumpang di wilayah perkotaan.




