Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat perekonomian sektor kehutanan. Pada bulan Juni hingga Juli, mereka menyelenggarakan serangkaian webinar nasional dengan tema Transformasi Pemanfaatan Hutan. Acara daring ini dirancang untuk mengajak pemangku kepentingan, praktisi, akademisi, dan pelaku usaha meninjau strategi pengelolaan hutan yang inklusif, berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing ekonomi.
Berbagai topik dibahas dalam webinar, antara lain:
- Pengembangan produk berbasis hasil hutan non‑kayu (non‑timber forest products) yang dapat membuka peluang pasar baru.
- Penerapan teknologi digital untuk pemantauan hutan dan pelaporan keberlanjutan.
- Model kemitraan antara pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta dalam rangka menciptakan nilai tambah.
- Strategi adaptasi perubahan iklim bagi ekosistem hutan dan dampaknya terhadap rantai pasok.
Para narasumber menekankan pentingnya inklusivitas, yaitu melibatkan masyarakat adat dan warga sekitar hutan dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam.
Selain diskusi kebijakan, webinar juga menampilkan studi kasus sukses dari beberapa provinsi yang telah berhasil mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam usaha kehutanan mereka. Contohnya, program agroforestry di Jawa Barat yang menghasilkan peningkatan pendapatan petani sebesar 30% dalam dua tahun terakhir.
Melalui serial webinar ini, Kemenhut berupaya menumbuhkan ekosistem ekonomi kehutanan yang kompetitif di tingkat regional dan global. Diharapkan, langkah-langkah tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen hasil hutan terbesar dunia sekaligus menjamin konservasi jangka panjang.




