Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Kementerian Kehutanan menekankan perlunya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus menurunkan jejak karbon di sektor pariwisata Indonesia.
Beberapa langkah utama yang diusulkan antara lain:
- Mengembangkan standar operasional prosedur (SOP) wisata hijau yang mengharuskan pengelola destinasi menerapkan praktik pengurangan emisi, seperti penggunaan kendaraan listrik atau berbahan bakar bio.
- Memberikan insentif fiskal bagi usaha wisata yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan, termasuk subsidi pembelian peralatan energi bersih.
- Mengintegrasikan program reboisasi dan rehabilitasi hutan dengan destinasi wisata alam, sehingga area wisata berkontribusi langsung pada penyerapan karbon.
- Melakukan pelatihan bagi pelaku industri pariwisata mengenai manajemen limbah, pengelolaan sumber daya air, dan teknik mitigasi perubahan iklim.
- Menetapkan mekanisme pelaporan emisi karbon bagi operator wisata, yang kemudian dapat dipantau melalui sistem digital terpusat.
Dengan pendekatan terintegrasi ini, Kemenhut berharap sektor pariwisata tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga menjadi kontributor positif dalam upaya mitigasi perubahan iklim nasional.
Penerapan kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik destinasi wisata Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, sekaligus menurunkan total emisi karbon sektor pariwisata secara signifikan dalam jangka panjang.




