Kemenpar: Pelestarian komodo secara ex situ perlu dirancang matang
Kemenpar: Pelestarian komodo secara ex situ perlu dirancang matang

Kemenpar: Pelestarian komodo secara ex situ perlu dirancang matang

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menegaskan bahwa upaya pelestarian komodo di luar habitat alaminya, atau ex situ, harus direncanakan secara matang untuk menjamin keberhasilan jangka panjang.

Program ex situ dipertimbangkan karena beberapa faktor, antara lain:

  • Ancaman kehilangan habitat akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.
  • Risiko penyakit yang dapat menyebar di populasi liar.
  • Kebutuhan penelitian ilmiah yang lebih terkontrol.

Namun, Kemenpar juga memperingatkan bahwa pemindahan komodo ke fasilitas di luar Pulau Rinca dan Padar harus memperhatikan aspek biologis, etika, dan sosial. Beberapa langkah kunci yang harus diikuti meliputi:

  1. Studi kelayakan menyeluruh terhadap lokasi potensial, termasuk faktor iklim, ketersediaan pakan, dan keamanan.
  2. Desain kandang atau area penangkaran yang meniru kondisi alami sebanyak mungkin, guna mengurangi stres pada hewan.
  3. Pemantauan genetik untuk memastikan tidak terjadinya penurunan keragaman genetik.
  4. Keterlibatan komunitas lokal dan pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pelaksanaan.
  5. Penerapan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Kemenpar menambahkan bahwa kolaborasi dengan lembaga konservasi nasional, universitas, serta organisasi internasional sangat penting. Pendanaan harus bersifat berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan hibah satu‑kali.

Jika dirancang dengan baik, program ex situ dapat menjadi jaring pengaman bagi komodo, sekaligus memberikan peluang edukasi dan penelitian yang lebih luas. Namun, kegagalan dalam perencanaan dapat berakibat pada stres, penurunan reproduksi, bahkan kematian hewan.

Dengan demikian, Kemenpar mengajak semua pihak untuk menyusun kebijakan yang berbasis data, transparan, dan berorientasi pada pelestarian jangka panjang komodo sebagai ikon fauna Indonesia.