Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa dua kasus yang semula dicurigai sebagai hantavirus di dua wilayah, yaitu Jakarta dan Yogyakarta, telah dinyatakan negatif setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Kasus pertama terdeteksi pada seorang warga Jakarta yang melaporkan gejala demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan. Kasus kedua muncul pada seorang pasien di Yogyakarta dengan keluhan serupa. Kedua sampel diuji menggunakan metode RT‑PCR di laboratorium rujukan, dan hasilnya menunjukkan tidak adanya virus hantavirus.
Meski hasilnya negatif, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan langkah‑langkah pencegahan guna menghindari potensi penularan hantavirus, yang biasanya menyebar melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
- Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan area publik secara rutin.
- Menghindari kontak langsung dengan tikus atau sarang tikus.
- Menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup rapat.
- Menggunakan sarung tangan saat membersihkan tempat yang berpotensi terkontaminasi.
- Menggunakan perangkap tikus dan memeriksa keberadaan hama secara berkala.
Jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, atau sesak napas setelah berada di area yang berpotensi terkontaminasi, masyarakat disarankan untuk segera menghubungi fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk evaluasi lebih lanjut.
Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam memantau serta mencegah penyebaran penyakit zoonotik seperti hantavirus.




