Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Gus Ipul, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Nahdlatul Ulama (NU) daerah, menegaskan pada pekan ini bahwa ia tidak akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum (Ketum) pada Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada Agustus 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah acara internal di kantor DPP NU, dimana Gus Ipul menekankan pentingnya menjaga proses demokratis internal organisasi tanpa campur tangan kekuasaan politik. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk tidak maju merupakan pilihan pribadi yang didasarkan pada pertimbangan tanggung jawab dan keberlanjutan kepemimpinan NU.
Beberapa poin utama yang disampaikan Gus Ipul antara lain:
- Menjaga transparansi dalam proses seleksi calon ketum.
- Mendorong terbukanya lapangan bagi kader-kader muda dan tokoh-tokoh lain yang memiliki visi strategis untuk NU.
- Menolak segala bentuk intervensi eksternal yang dapat memengaruhi integritas pemilihan.
Ia juga menegaskan bahwa bursa calon kepengurusan akan tetap terbuka, memberikan kesempatan yang sama bagi semua anggota NU yang memenuhi syarat untuk mengajukan diri. Gus Ipul berharap proses ini dapat menghasilkan kepemimpinan yang solid, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Reaksi dari kalangan NU pun beragam. Sebagian mengapresiasi sikap terbuka Gus Ipul, menganggapnya sebagai langkah positif untuk memperkuat demokrasi internal. Sementara itu, beberapa tokoh menilai keputusan tersebut sebagai peluang bagi generasi baru untuk mengambil peran strategis dalam organisasi.
Dengan agenda Muktamar ke-35 yang semakin dekat, dinamika internal serta persiapan logistik mulai intensif. Panitia penyelenggaraan Muktamar telah menyiapkan serangkaian program diskusi, kajian, dan pelatihan untuk mendukung proses pemilihan yang adil dan profesional.




