Prabowo Akan Kembali Gunakan Maung Pindad Usai KTT ASEAN ke-48 Filipina
Prabowo Akan Kembali Gunakan Maung Pindad Usai KTT ASEAN ke-48 Filipina

Prabowo Akan Kembali Gunakan Maung Pindad Usai KTT ASEAN ke-48 Filipina

Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Setelah menghadiri KTT ASEAN ke-48 yang diselenggarakan di Filipina, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan niatnya untuk kembali menggunakan mobil taktis Maung buatan Pindad dalam berbagai kegiatan resmi. Keputusan ini dipandang sebagai wujud dukungan terhadap produk dalam negeri serta upaya memperkenalkan kemampuan industri otomotif dan pertahanan Indonesia di kancah internasional.

Dalam konferensi pers singkat setelah pertemuan puncak ASEAN, Prabowo menekankan bahwa Maung bukan sekadar kendaraan militer, melainkan simbol kemandirian teknologi nasional. Ia menambahkan bahwa penggunaan Maung dalam acara‑acara resmi dapat meningkatkan visibilitas produk dalam negeri dan memberi peluang bagi Pindad untuk memperluas pasar ekspor.

Berikut beberapa fitur utama Maung Pindad yang menjadi alasan kepercayaan Prabowo:

  • Bobot ringan namun kuat, dengan rangka baja berkualitas tinggi.
  • Mobilitas tinggi berkat sistem suspensi yang dapat menyesuaikan kondisi medan berat.
  • Keamanan dengan perlindungan balistik hingga tingkat B4, melindungi penumpang dari ancaman tembakan.
  • Daya jelajah mencapai lebih dari 800 km dengan satu tangki bahan bakar.
  • Versatilitas dapat dikonfigurasi sebagai kendaraan patroli, ambulans lapangan, atau platform komunikasi.

Penggunaan kembali Maung oleh pejabat tinggi negara diharapkan dapat menstimulus industri pertahanan domestik. Menurut analis, peningkatan permintaan internal dapat mendorong Pindad untuk meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat riset & pengembangan, serta membuka peluang kerja bagi ribuan tenaga kerja.

Selain itu, penampilan Maung di forum regional seperti ASEAN memberi sinyal kuat kepada negara‑negara anggota bahwa Indonesia memiliki kemampuan produksi kendaraan taktis yang kompetitif. Jika strategi ini berhasil, kemungkinan besar Maung akan dipertimbangkan sebagai opsi ekspor ke negara‑negara yang sedang memperkuat kemampuan pertahanan mereka.

Prabowo menutup pernyataannya dengan harapan agar kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dapat memperkuat ekosistem pertahanan nasional, menjadikan produk buatan dalam negeri tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bersaing di pasar global.