Kemenkes Soroti Promosi Vape di Media Sosial, Picu Minat Remaja
Kemenkes Soroti Promosi Vape di Media Sosial, Picu Minat Remaja

Kemenkes Soroti Promosi Vape di Media Sosial, Picu Minat Remaja

Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menyoroti meningkatnya promosi rokok elektronik atau vape di platform digital. Menurut data internal Kemenkes, sejumlah akun media sosial secara aktif mengunggah konten yang menampilkan produk vape dengan gaya hidup modern, yang dinilai dapat menumbuhkan minat penggunaan di kalangan remaja.

Berbagai platform populer menjadi sarana utama penyebaran konten tersebut, antara lain:

  • Instagram: foto dan video pendek yang menampilkan vape dengan desain menarik.
  • TikTok: tantangan (challenge) dan tutorial penggunaan vape yang dibagikan secara viral.
  • Twitter: thread yang mempromosikan rasa-rasa baru dan diskon khusus.
  • Facebook: grup komunitas yang menukarkan informasi produk dan penawaran.

Data survei yang dilakukan oleh Kemenkes pada kuartal pertama 2024 menunjukkan peningkatan signifikan dalam persepsi positif remaja terhadap vape. Persentase remaja berusia 15-19 tahun yang menyatakan ketertarikan pada vape naik dari 12% pada tahun 2022 menjadi 27% pada tahun 2024.

Pernyataan resmi Kemenkes menegaskan bahwa promosi vape di media sosial melanggar peraturan periklanan produk tembakau, khususnya aturan yang melarang penyebaran iklan kepada anak di bawah usia 18 tahun. Menteri Kesehatan menambahkan bahwa pemerintah akan meningkatkan pengawasan dan menindak tegas akun-akun yang melanggar.

Langkah-langkah penanggulangan yang direncanakan meliputi:

  1. Pemantauan intensif terhadap konten berbau vape menggunakan teknologi AI.
  2. Kolaborasi dengan platform digital untuk menghapus atau menandai konten yang melanggar.
  3. Peningkatan edukasi kesehatan di sekolah tentang bahaya vape.
  4. Penerapan sanksi administratif bagi pelaku promosi ilegal.

Penguatan regulasi dan edukasi diharapkan dapat menurunkan minat remaja terhadap vape serta melindungi kesehatan generasi muda.