Kemenkeu Petakan Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun
Kemenkeu Petakan Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun

Kemenkeu Petakan Potensi Perdagangan Karbon di Bali Rp1,7 Triliun

Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali telah menyelesaikan pemetaan potensi perdagangan karbon di wilayah tersebut. Berdasarkan kajian awal, nilai potensialnya diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun.

Metodologi Pemetaan

Pemetaan dilakukan dengan mengumpulkan data dari tiga sektor utama yang menyumbang emisi dan penyerapan karbon, yaitu pertanian, kehutanan, dan energi terbarukan. Data diintegrasikan ke dalam sistem informasi geografis (SIG) untuk menghasilkan peta potensi yang detail.

Sektor Potensi Nilai (Rp)
Pertanian Berkelanjutan 600 miliar
Kehutanan dan Rehabilitasi Lahan 500 miliar
Energi Terbarukan 600 miliar

Manfaat bagi Bali

  • Peningkatan penerimaan daerah melalui penjualan kredit karbon.
  • Penciptaan lapangan kerja di bidang monitoring, verifikasi, dan pemasaran karbon.
  • Dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pelestarian ekosistem.
  • Penarikan investasi domestik dan asing yang berfokus pada ekonomi hijau.

Langkah Implementasi

  1. Verifikasi proyek oleh lembaga independen yang diakui.
  2. Pendaftaran sertifikat karbon pada platform nasional.
  3. Negosiasi harga dan penjualan di pasar karbon domestik atau internasional.
  4. Pemantauan berkelanjutan untuk memastikan integritas kredit karbon.

Kepala DJPb Bali, Budi Santoso, menyatakan, “Potensi perdagangan karbon ini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi hijau Bali, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam menghadapi perubahan iklim.” Ia menambahkan bahwa target operasionalisasi mekanisme perdagangan karbon di Bali dijadwalkan mulai tahun 2025 dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah.

Dengan landasan kebijakan yang kuat dan sinergi antar pemangku kepentingan, diharapkan Bali dapat menjadi contoh sukses dalam mengoptimalkan nilai ekonomi dari sumber daya alam sekaligus melestarikan lingkungan.