Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa keberadaan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon tergantung pada kemampuan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dalam melindungi para prajurit. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam sebuah konferensi pers pada Senin, 13 Mei 2024.
Indonesia mengirim sekitar 2.500 tentara sebagai bagian dari UNIFIL, yang bertugas memantau gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah serta membantu menjaga stabilitas di wilayah selatan Lebanon. Namun, situasi keamanan yang terus bergejolak, terutama setelah eskalasi konflik di wilayah tersebut, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan anggota pasukan perdamaian.
- Ketidakmampuan UNIFIL untuk menyediakan perlindungan fisik yang memadai bagi prajurit Indonesia.
- Risiko peningkatan serangan atau insiden keamanan yang dapat mengancam nyawa anggota pasukan.
- Kebijakan pemerintah Indonesia yang menekankan prinsip tidak mengorbankan keselamatan personel militer dalam operasi luar negeri.
Jika salah satu atau lebih dari faktor tersebut terpenuhi, Kemenko Polkam siap meninjau kembali komitmen Indonesia dalam misi tersebut dan dapat memutuskan penarikan pasukan secara bertahap. Keputusan tersebut akan diambil setelah koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah Lebanon, komando PBB, dan kementerian pertahanan.
Di samping itu, Kemenko Polkam menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk meredam ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel serta mendukung upaya perdamaian regional. Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen pada prinsip perdamaian internasional, namun tidak akan mengorbankan keselamatan prajuritnya.




