Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala (USK), Safrizal Zakaria Ali, menyampaikan pesan penting tentang tanggung jawab intelektual pada acara pengukuhan profesor baru USK yang berlangsung pada hari Senin, 10 Mei 2024. Dalam sambutannya, Safrizal menegaskan bahwa gelar profesor bukan sekadar titel akademik, melainkan amanah moral dan intelektual yang harus dijaga dan dikembangkan.
- Kepemimpinan Akademik: Profesor harus menjadi contoh dalam integritas penelitian dan pengajaran.
- Kontribusi Sosial: Kewajiban menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama dalam konteks pembangunan daerah.
- Pengembangan Generasi Muda: Membimbing mahasiswa dan dosen muda untuk menumbuhkan budaya kritis dan inovatif.
Safrizal juga menyinggung pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim, digitalisasi, dan ketidaksetaraan ekonomi. Ia mengajak para profesor baru untuk memperkuat jaringan riset baik di dalam negeri maupun internasional, serta meningkatkan publikasi di jurnal bereputasi.
Acara tersebut dihadiri oleh rektor USK, dewan pengurus, serta para dosen dan mahasiswa. Beberapa profesor yang diangkat antara lain Dr. Ahmad Fauzi (Ilmu Hukum), Dr. Siti Nurhidayah (Ilmu Pendidikan), dan Dr. Budi Santoso (Teknik Elektro). Semua yang terpilih menerima sumpah jabatan di depan sidang pleno, menandai dimulainya masa pelayanan akademik mereka.
Reaksi positif datang dari kalangan akademisi yang menilai proses pengukuhan berjalan transparan dan menegakkan standar kualitas. Mereka berharap para profesor dapat menjadi motor penggerak inovasi dan kebijakan berbasis bukti di tingkat universitas maupun nasional.
Safrizal menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa amanah intelektual bukan hak eksklusif, melainkan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga oleh seluruh civitas akademika USK. Ia berharap keberhasilan para profesor baru akan memperkuat reputasi USK sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan di Aceh.




