Frankenstein45.Com – 28 Juni 2026 | Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan penguatan pariwisata ramah Muslim melalui pembangunan ekosistem halal yang kompetitif pada tahun 2026. Inisiatif ini terintegrasi dalam program International Islamic Expo (IIE) 2026, yang akan menjadi ajang pameran sekaligus platform kolaborasi lintas sektor.
Beberapa langkah strategis yang diuraikan antara lain:
- Peningkatan standar sertifikasi halal untuk produk wisata, akomodasi, kuliner, dan layanan transportasi.
- Pembentukan pusat data dan riset halal yang memfasilitasi pertukaran informasi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi.
- Penyediaan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja di sektor pariwisata untuk memahami kebutuhan wisatawan Muslim.
- Pengembangan aplikasi digital yang memetakan destinasi halal, memudahkan wisatawan dalam merencanakan perjalanan.
- Promosi bersama mitra internasional melalui IIE 2026, menampilkan destinasi Indonesia sebagai pilihan utama destinasi halal.
Selain itu, Kemenpar berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Badan Standardisasi Nasional (BSN), dan asosiasi industri untuk menyelaraskan regulasi serta memastikan keabsahan sertifikat halal.
| Komponen | Target 2026 |
|---|---|
| Sertifikasi halal pada akomodasi | 80% hotel bersertifikat |
| Produk kuliner halal | 90% restoran terdaftar |
| Pelatihan tenaga kerja | 15.000 peserta terlatih |
| Platform digital | Peluncuran aplikasi “Halal Trip” |
Dengan ekosistem yang terintegrasi, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim, memperluas nilai ekspor layanan halal, serta menciptakan lapangan kerja baru. IIE 2026 dijadwalkan menjadi titik tolak penting, dimana para pelaku industri domestik dan internasional akan memamerkan inovasi, produk, dan layanan yang memenuhi standar halal internasional.
Secara keseluruhan, upaya Kemenpar tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar wisata halal, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang selaras dengan prinsip syariah.




