Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menegaskan komitmen untuk memperluas daya tarik wisata ke wilayah selain Bali. Langkah ini bertujuan menyeimbangkan persepsi destinasi, meningkatkan pendapatan daerah, serta mengurangi tekanan lingkungan di pulau wisata utama.
Berbagai upaya strategis telah dirancang, antara lain:
- Promosi digital terintegrasi melalui platform resmi kementerian, media sosial, dan kerjasama dengan influencer lokal.
- Peningkatan infrastruktur meliputi perbaikan akses jalan, fasilitas transportasi umum, dan jaringan listrik serta air bersih di kawasan target.
- Pemberdayaan sumber daya manusia dengan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perhotelan, kuliner, dan pemandu wisata.
- Insentif investasi berupa kemudahan perizinan, potongan pajak, dan subsidi pemasaran bagi investor yang menanamkan modal di destinasi non‑Bali.
- Pengembangan produk wisata yang menonjolkan kekayaan budaya, alam, dan kuliner khas daerah masing‑masing.
Berikut contoh provinsi yang menjadi fokus dalam fase pertama pengembangan:
| Provinsi | Destinasi Utama | Prioritas Program |
|---|---|---|
| Jawa Barat | Bandung, Cianjur | Pengembangan ekowisata dan kuliner |
| Sulawesi Selatan | Makassar, Tana Toraja | Peningkatan akses transportasi laut |
| Kalimantan Tengah | Pontianak, Kapuas | Pengembangan wisata budaya dan sungai |
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, diharapkan aliran wisatawan akan tersebar lebih merata, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di seluruh Nusantara.




