Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah memperkuat strategi pengembangan sektor pariwisata dengan memanfaatkan produk-produk yang memiliki Indikasi Geografis (IG). Inisiatif ini bertujuan mengangkat daya tarik wisata lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomis bagi produsen daerah.
Produk dengan IG, seperti kopi Gayo, rendang Padang, atau kerajinan anyaman dari Bali, memiliki keunikan yang terikat pada wilayah asalnya. Dengan menonjolkan keistimewaan tersebut, Kemenpar berharap wisatawan dapat menikmati pengalaman otentik yang sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.
Berikut beberapa langkah utama yang direncanakan Kemenpar dalam rangka merealisasikan program ini:
- Identifikasi dan Verifikasi Produk IG: Tim Kemenpar akan bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan lembaga terkait untuk memastikan keabsahan produk yang layak dijadikan daya tarik wisata.
- Pemetaan Potensi Wisata: Setiap produk IG akan dipetakan bersama destinasi wisata terdekat, menciptakan paket wisata tematik yang terintegrasi.
- Peningkatan Kapasitas Pelaku Lokal: Pelatihan bagi petani, pengrajin, dan pelaku usaha pariwisata akan diberikan untuk meningkatkan standar kualitas produk serta layanan.
- Pemasaran Terpadu: Kampanye promosi akan dilakukan melalui media digital, pameran wisata, serta kerja sama dengan agen perjalanan domestik dan internasional.
- Pengembangan Infrastruktur: Penataan akses transportasi, fasilitas publik, dan signage informatif di area produksi IG akan diperkuat.
Strategi ini tidak hanya menambah ragam pilihan destinasi bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi kreatif daerah. Dengan menekankan keaslian produk, Kemenpar berharap dapat mengurangi ketergantungan pada wisata massal yang sering kali menimbulkan dampak negatif.
Selain itu, pemerintah berencana mengintegrasikan program ini ke dalam Kurikulum Pendidikan Pariwisata, sehingga generasi muda dapat memahami pentingnya pelestarian warisan lokal sebagai aset pariwisata.
Implementasi program ini dijadwalkan akan dimulai pada kuartal pertama 2024 dengan pilot project di beberapa provinsi yang memiliki produk IG unggulan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengoptimalkan strategi dan memastikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.




