Frankenstein45.Com – 31 Maret 2026 | Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) menyatakan minat kuatnya untuk memperdalam pengetahuan dan mengadopsi praktik terbaik Jepang dalam mengembangkan wisata gastronomi di Indonesia.
Rencana kerja ini muncul setelah delegasi Kemenpar melakukan kunjungan belajar ke Jepang pada awal tahun 2024, di mana mereka bertemu dengan pejabat kementerian terkait, pelaku industri kuliner, serta akademisi yang berfokus pada budaya makanan.
Beberapa poin utama yang diidentifikasi selama kunjungan meliputi:
- Pemanfaatan warisan kuliner lokal sebagai daya tarik utama.
- Penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.
- Pengembangan rute kuliner terintegrasi dengan destinasi wisata lain.
- Penggunaan teknologi digital untuk promosi dan reservasi.
- Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan akses pasar internasional.
Jepang dipilih sebagai mitra utama karena negara tersebut telah berhasil mengubah makanan tradisional menjadi atraksi wisata kelas dunia, seperti program “Gourmet Japan” yang menggabungkan festival makanan, tur kuliner, dan edukasi budaya.
Langkah selanjutnya meliputi penyusunan roadmap bersama, pertukaran tenaga ahli, serta pelaksanaan program percontohan di beberapa provinsi yang memiliki potensi gastronomi tinggi, seperti Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Jika berhasil, model pengembangan wisata gastronomi ini diharapkan menjadi contoh bagi negara‑negara ASEAN lainnya dalam memanfaatkan kuliner sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya.




