Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan keyakinannya bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country dalam INNOPROM 2026 akan menjadi pendorong utama bagi peningkatan investasi di sektor industri nasional. Menurut Menteri Bahlil Lahadalia, kehadiran Indonesia dalam ajang pameran teknologi dan inovasi terbesar di Rusia ini memberikan peluang strategis untuk memperkenalkan produk serta kapasitas produksi dalam negeri kepada investor global.
Beberapa poin penting yang disorot Kemenperin meliputi:
- Peningkatan eksposur bagi perusahaan manufaktur Indonesia melalui stand khusus yang menampilkan inovasi teknologi.
- Fasilitasi pertemuan B2B antara pelaku industri lokal dengan perusahaan asing yang tengah mencari mitra produksi.
- Penguatan ekosistem industri melalui kolaborasi riset‑pengembangan dengan institusi Rusia.
Selain itu, Kemenperin menargetkan tercapainya aliran investasi langsung asing (FDI) senilai setidaknya USD 5 miliar dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, berangkat dari prospek kerjasama di bidang mesin, peralatan, serta material berat. Menteri Bahlil juga menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia yang kompeten, sehingga pemerintah akan memperkuat program pelatihan teknis dan sertifikasi industri.
INNOPROM 2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan September di kota Ekaterinburg, Rusia, dengan lebih dari 4.000 perusahaan peserta dari lebih 50 negara. Pemerintah Indonesia berencana mengirim delegasi yang mencakup pejabat tinggi, asosiasi industri, serta perusahaan unggulan di sektor otomotif, energi, dan logam.
Dengan strategi pemasaran yang terintegrasi, Kemenperin berharap partisipasi ini tidak hanya meningkatkan volume ekspor, namun juga menstimulus transfer teknologi dan adopsi standar internasional di pabrik‑pabrik dalam negeri.




