Frankenstein45.Com – 18 Mei 2026 | Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan inspeksi langsung pada proyek pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (17/5/2026). Kunjungan tersebut menandai tahap akhir penyelesaian fasilitas pendidikan yang direncanakan selesai pada bulan Juni 2026, dengan target operasional pertama pada 20 Juni 2026.
Progres Fisik dan Kapasitas Sekolah
Menurut pernyataan Wamensos, bangunan Sekolah Rakyat sudah mencapai 18 persen penyelesaian. Tenaga kerja yang terlibat saat ini berjumlah sekitar 850 orang, dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 1.300 orang dalam dua minggu ke depan ketika fase arsitektural dimulai. Lahan seluas delapan hektare akan menampung ruang belajar, asrama, lapangan upacara, mini soccer, rumah ibadah, serta fasilitas penunjang lainnya. Kapasitas awal direncanakan menampung sekitar 300 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Strategi Penjangkauan dan Rekrutmen Siswa
Wamensos menegaskan pentingnya koordinasi antara pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, dan perangkat desa untuk menargetkan keluarga desil 1 dan desil 2 secara tepat. “Kawan‑kawan pendamping PKH, silakan berkoordinasi dengan dinas sosial dan perangkat desa karena mereka mengetahui warga yang berada di desil 1 atau desil 2. Supaya jangkauannya tepat sasaran berdasarkan DTSEN,” ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis.
Pendamping PKH diposisikan sebagai ujung tombak dalam proses rekrutmen calon siswa. Tim penjangkauan hingga kini telah mengidentifikasi 165 calon siswa dari target 270 siswa. Penjangkauan dilakukan secara langsung kepada masyarakat dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan bahwa anak‑anak jalanan serta keluarga miskin terpilih secara akurat.
Peran Pemerintah Daerah
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya Sekolah Rakyat di wilayahnya. “Terima kasih, akhirnya Brebes punya Sekolah Rakyat,” kata Paramitha, menambahkan harapan bahwa fasilitas ini akan menjadi katalisator penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Fasilitas dan Manfaat Jangka Panjang
Selain menyediakan ruang kelas yang layak, Sekolah Rakyat Brebes dirancang untuk memberikan lingkungan belajar yang holistik. Asrama yang dibangun akan menampung anak‑anak jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, memberi mereka rasa aman dan kesempatan untuk fokus pada pendidikan. Fasilitas olahraga dan rumah ibadah diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta nilai moral di kalangan siswa.
Dengan melibatkan pendamping PKH dalam proses rekrutmen, pemerintah berupaya memastikan bahwa bantuan sosial tidak hanya bersifat finansial, melainkan juga memberikan akses pendidikan yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Sosial untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan manusia, terutama melalui pendidikan formal.
Harapan dan Tantangan Kedepan
Target selesainya pembangunan pada 20 Juni 2026 menjadi tolok ukur keberhasilan koordinasi lintas sektor. Wamensos menekankan pentingnya disiplin waktu dan kualitas dalam setiap tahap pembangunan. “Yang penting target 20 Juni harus tercapai,” tegas Agus Jabo.
Jika target tersebut tercapai, Sekolah Rakyat Brebes akan menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengimplementasikan pendidikan berbasis komunitas dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Keberhasilan program ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka putus sekolah, khususnya di kalangan anak jalanan dan keluarga miskin.
Secara keseluruhan, inisiatif ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik, namun juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan sosial, data akurat, serta pelibatan aktif masyarakat. Dengan mengintegrasikan penjangkauan sosial dan fasilitas pendidikan, diharapkan generasi muda yang sebelumnya terpinggirkan dapat meraih kesempatan belajar yang setara, membuka jalan bagi masa depan yang lebih produktif dan berdaya.




