Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Dalam sebuah pernyataan terbaru, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa sekitar enam puluh persen anak-anak di Indonesia belum memiliki akses yang memadai terhadap makanan bergizi serta konsumsi susu yang cukup. Temuan ini menggarisbawahi tantangan besar dalam upaya meningkatkan status gizi nasional.
Beberapa faktor penyebab utama yang diidentifikasi antara lain:
- Mayoritas anak lahir dari keluarga dengan orang tua yang hanya menyelesaikan pendidikan dasar.
- Keterbatasan ekonomi yang menghambat kemampuan membeli bahan makanan bernutrisi.
- Keterbatasan pengetahuan orang tua tentang pentingnya gizi seimbang dan konsumsi susu.
Data tambahan yang dikumpulkan BGN menunjukkan distribusi masalah gizi berdasarkan wilayah:
| Wilayah | % Anak Tanpa Akses Makan Bergizi | % Anak Tidak Konsumsi Susu |
|---|---|---|
| Sumatra | 62% | 58% |
| Jawa | 59% | 55% |
| Kalimantan | 65% | 60% |
| Sulawesi | 61% | 57% |
| Indonesia Timur | 68% | 63% |
BGN menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kementerian pendidikan, kesehatan, serta organisasi non‑pemerintah, untuk meningkatkan kesadaran gizi di kalangan orang tua. Program edukasi gizi di sekolah dasar dan kampanye penyediaan susu murah menjadi prioritas utama.
Upaya jangka panjang yang diusulkan meliputi peningkatan akses ke layanan kesehatan, subsidi makanan bergizi, serta pelatihan bagi orang tua mengenai pola makan seimbang. Diharapkan dengan langkah‑langkah tersebut, angka anak yang kekurangan gizi dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.




